Awal Terbentuknya HKK Nasional

0
602

H.Syahrudin Semat tokoh perantau Kerinci ini telah menceritakan sekelumit perjuangan perantau Kerinci mulai dari  dana gempa, menjadikan putra daerah sebagai bupati Kerinci hingga terbentuknya MPK di edisi lalu.

Kali ini, tokoh yang mempunyai hobby olahraga tenis ini menceritakan tentang sejarah terbentuknya HKK Nasional yang sekarang tumbuh menjadi sebuah organisasi besar di bawah kepemimpinan Irjen Pol Drs H. Syafril Nursal SH MH

Terbentuknya HKK Nasional 

Langkah pertama yang dilaksanakan oleh pengurus MPK 2016-2019 adalah menjajaki pembentukan wadah nasional Keluarga Kerinci yaitu Himpunan Keluarga Kerinci Nasional, disingkat HKK-N.

H. Syahrudin Semat bersama tokoh HKKN dalam dan luar negri

Pada Halal Bi Halal HKK-JS tahun 2017 yang dihadiri pula oleh pengurus HKK daerah (Jawa Barat, Yogyakarta, Jambi, Sumbar, Riau, Batam) disepakati membentuk HKK-N sebagai satu organisasi nasional masyarakat Kerinci.

Untuk mewujudkan wadah dimaksud dibentuk Formatur yang bertugas menyusun pengurus sekaligus mencari figur yang tepat untuk menjalankan organisasi. Formatur diketuai Bapak H. Herman Muchtar, SE,MM.

Pada satu pertemuan di Hotel Cihampelas 3 Bandung pada tahun 2018 formatur menyampaikan struktur organisasi HKK-N serta susunan Pengurus HKK-N pertama.

Tiga pimpinan adalah Ketua Umum Brigjen (Pol) Drs. H. Syafril Nursal SH.MH. (Ketua Umum); Dr. H. Basyarudin Thayib M.Pd. (Ketua Harian); dan Porseda Risman, MBA (Sekretaris Jenderal).

Struktur organisasi HKK-N terdiri atas tingkat nasional, tingkat propinsi, perwakilan luar negeri, tingkat kabupaten/kota dan tingkat kecamatan. dan unsur pendukung.

Setelah ditunjuk sebagai Ketua Umum, Irjen pol.Syafril Nursal menjelaskan 4 (empat) fungsi HKK-N yaitu pemersatu, koordinasi, strategis, pengawasan.

Pada pertemuan di hotel Cihempelas 3 tersebut, selain menanyakan konsep HKK-N, H.Syahrudin selaku sesepuh juga mempertanyakan bagaimana posisi MPK dan organisasi non-HKK lain karena dalam struktur organisasi HKK-N tidak terlihat.

Setelah mempertimbangkan historis pembentukan MPK, maka pada rapat di Gedung SMA Unggulan Cibinong awal tahun 2019 .diputuskan bahwa MPK menjadi Badan Kajian Strategis-MPK dalam struktur organisasi HKK-N dengan Ketuanya Buya Nuzran Joher, M.Ag (sesuai Bab XIII Pasal 20 AD-ART HKK-N).

Susunan Pengurus HKK-N diumumkan dan diresmikan pada acara Halal Bi Halal HKK-JS tahun 2018. Sejak diresmikan, pengurus HKK-N mulai bergerak. Langkah pertama adalah menyelenggarakan Musyawarah Nasional I pada tanggal 15 Februari 2018 di Gedung Sespimma Polri Jakarta dengan acara membahas dan menyepakati AD/ART, visi, misi dan program organisasi. Ada tiga program utama yaitu pengembangan pariwisata, pengembangan produk unggulan di sektor pertanian dan industri kecil, serta pengembangan sumber manusia.

Baca Juga  Pekerjaan Fisik TMMD ke 104 Kodim 0417/Kerinci hari ke 9
Pembukaan rakernas & seminar nasional HKKN di hotel Avenzel Cibubur 2020

Setelah disepakati, pengurus mulai melaksanakan langkah dan kegiatan nyata antara lain pembentukan perusahaan, perluasan transportasi udara ke Kerinci, pembibitan ikan semah, penambahan daya listrik untuk Kerinci, perluasan rute Tour De Singkarak, revitalisasi pelabuhan laut Muara Sakai, peresmian organisasi dan pengurus HKK-N Wilayah/Daerah.

Untuk melaksanakan pengembangan pariwisata di Kerinci dibentuk PT. Puncak Gunung Tujuh (PGK). Kegiatan yang sudah dilaksanakan yaitu Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Walikota Sungaipenuh serta Baleik Basamo plus rantak kudo massal di lapangan merdeka Sungaipenuh pada kesempatan Hari Raya Idulfitri 1440 H.

Untuk memperluas akses ke Kerinci, HKK-N juga memperjuangkan penambahan rute penerbangan udara Padang Kerinci pp. Untuk itu dilakukan pendekatan kepada Gubernur Sumbar, perusahaan penerbangan Garuda dan Lion. Usaha ini mendapat sambutan baik.

Tour de Singkarak, salah satu terobosan HKKN untuk ikut memajukan pariwisata Kerinci

Ikan semah adalah jenis ikan yang paling terkenal di Kerinci karena rasanya yang enak dan gurih. Karena itu, ikan semah menjadi primadona yang sangat didambakan khususnya mndah Kincai.

Namun sangat disayangkan, pihak Pemdah tidak memberikan perhatian untuk pelestarian dan pengembangannya. Mengingat produksi ikan semah sudah kritis, Ketua Umum HKK-N mengambil inisiatif dengan membuat pembibitan di Pekan Baru.

Dalam waktu beberapa bulan, nener yang dibeli di Pusat Pembibitan Fakultas Perikanan IPB Bogor sudah siap ditebar. Selanjutnya diadakan acara penebaran bibit ikan semah di Danau Kerinci oleh Bupati Kerinci dan Ketua Umum HKK-N.

Beberapa tahun terakhir ini, di Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci seringkali terjadi pergiliran pemadaman listrik. Hal ini diakibatkan kurangnya daya untuk memenuhi pertambahan kebutuhan listrik.

Untuk mengatasi kekurangan tersebut, HKK-N mengadakan pendekatan ke Pemda Sumbar yang ternyata kelebihan pasokan daya listrik. Gubernur Sumbar, Dr. Irwan Prijatno, menawarkan kelebihan daya di Sumbar untuk dialirkan ke Kerinci dan Kota Sungaipenuh.

Ini sebuah trobosan yang perlu tindak lanjut nyata oleh Pemda terkait, karena listrik juga menjadi syarat utama untuk industri dan pengembangan pariwisata.

Salah satu kegiatan pendukung sekaligus daya tarik pariwisata adalah adanya even internasional. Seperti diketahui, Sumbar sudah memiliki even internasional tahunan yaitu “Tour d’ Singkarak”. HKK-N dengan cepat menangkap peluang dan segera mengadakan pendekatan sekaligus mengusulkan kepada Pemda Sumbar agar rute TdS diperpanjang sampai ke Kerinci dan Sungaipenuh.

Baca Juga  Peduli Lingkungan, Satgas TMMD Buatkan Jamban Warga

Usul ini disetujui oleh Gubernut Sumbar, yang kemudian ditindaklanjuti oleh Pemda Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh sampai ke Pemerintah Propinsi Jambi dan Pemerintah Pusat.

Pada bulan Nopember tahun 2019, rute TdS melewati 14 kabupaten/kota terdiri atas 9 etappe dengan panjang seluruhnya hampir 1.250 km, termasuk sebagian etappe 8 dan 9 di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh.

Pelabuhan laut Muara Sakai di Kabupaten Pesisir Selatan Sumbar merupakan salah satu infrastruktur penting yang menunjang ekonomi dan transportasi masyarakat Kerinci tempo dulu.

Sejak terbentuknya Kabupaten Kerinci yang bergabung ke Propinsi Jambi serta terbukanya jalan Kerinci-Muara Labuh dan Kerinci-Jambi, pelabuhan Muara Sakai ibarat mati suri.

Pengurus HKK-N mengusulkan kepada Pemda Sumbar agar pelabuhan ini dihidupkan kembali, bukan sekedar untuk meningkatkan kegiatan ekonomi, tetapi yang lebih penting adalah untuk merajut kembali hubungan sosial budaya masyarakat Kerinci dan masyarakat Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Pesisir Selatan yang dulu pernah bersama-sama dalam Kabupaten PSK. Alhamdulillah Pemda Sumbar akan mempelajarinya-

Sebagai partisipasi konkrit dalam upaya meningkatkan kualitas SDM ummat, HKK-N dan Yayasan Ummul Quro Kabupaten Kerinci mempersiapkan pembangunan Pesantren Internasional di Talang Kemulun Sanggaran Agung.

Pesantren ini dibangun di atas tanah wakaf dari masyarakat Sanggaran Agung seluas kurang lebih 200 Ha. Selain sebagai tempat mendidik SDM yang tangguh, Pesantren ini diharapkan menjadi Pusat Pengembangan Wilayah Baru (a new growth center) di Kerinci Hilir.

Selain Talang Kemulun, perlu 2 pusat pengembangan baru untuk lebih memberi daya dorong yang kuat bagi pembangunan di Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh pada masa depan. Pertama di Renah Kayu Embun Kota Sungaipenuh dan kedua di Pelompek Kayuaro.

Pada Rapat Kerja Nasional tanggal 22 dan 23 Februari 2020 di Hotel Avenzel Cibubur dengan tema “Menjadikan Kerinci-Jambi sebagai Destinasi Wisata Internasional”, HKKN telah maju selangkah lagi untuk mewujudkan tujuannya yaitu memakmurkan rakyat Kerinci.

Editor : Lemy yose

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here