Bakeuda bersama KP2KP dan KPP Pratama Bangko Gelar Pekan Panutan Pajak Di Sungai Penuh

0
555
Kepala KPP Pratama Bangko menyerahkan penghargaan kepada wajib pajak taat pajak disela sela pekan panutan pajak dan P2 kota sungai penuh. ( fhoto/edi satria)

KERINCIINDEPENDENT.COM- pemkot Sungai penuh tahun ini kembali menggelar pekan panutan pajak dan P2 di aula kantor wako Sungai penuh. Walikota Sungai Penuh, H. Asafri Jaya Bakri (AJB) membuka langsung pekan panutan PBB-P2, sosialisasi pajak daerah tahun 2019 dan penyampaian Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) pajak penghasilan orang/pribadi, Kamis (28/3).

Acara yang digagas Badan Keuangan Daerah bekrjasama dengan KP2KP Sungai penuh dan KPP Pratama Bangko ini dilaksanakan di aula kantor Walikota Sungai Penuh. Turut hadir Ketua DPRD, Fikar Azami, SH, MH, Kepala KPP Pratama Bangko, unsur forkopimda, staf ahli, asisten, kepala SKPD, kepala KP2KP, Camat, Kepala Desa, Kepala Sekolah dan pengusaha yang ada di Kota Sungai Penuh.

Ketua DPRD Sungai penuh fikar azami memberikan penghargaan kepada wajib pajak taat pajak didampingi walikota, kepala KPP Pratama Bangko dan Kepala KP2KP Sungai penuh ( fhoto/ist)

Pendapatan Asli Daerah (PAD) bersumber dari pajak dan retribusi daerah. Saat ini PAD Kota Sungai Penuh sebesar 44 M. Itu hanya senilai 5.6% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sungai Penuh yang sebesar 800 M.

PAD Kota Sungai Penuh yang masih rendah disebabkan lemahnya kesadaran membayar pajak. Hal ini diungkapkan Wako AJB dalam sambutannya. “Taat pajak diharapkan sadar dengan hak dan kewajibannya,” imbuh AJB.

Wako AJB, Ketua DPRD Fikar azami, kepala KPP Pratama Bangko dan kepala KP2KP Sungainpenuh ( fhoto/ist)

Lebih jauh, Wako AJB menjelaskan, kurangnya aset produktiv yang ada di Kota Sungai Penuh juga turut andil penyebab rendahnya PAD. Melalui sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran kepada seluruh masyarakat, pengusaha dan pejabat agar taat pajak demi pembangunan Kota Sungai Penuh.
“Otonomi yang sesungguhnya adalah membangun dari hasil daerah sendiri,” jelas AJB.

Hal senada disampaikan Fikar dalam sambutannya. Sebagai kota yang bergantung dari pajak dan retribusi, PAD sangatlah berpengaruh. Tanpa itu kita tidak bisa menjalankan roda pemerintahan.
“Mari menjadi wajib pajak yang baik,” pesan Fikar.

Baca Juga  "Rano Karno" Terpilih Sebagai Kades Di Kerinci

Sementara itu, Kepala KPP Pratama Bangko, Maulana Abdullah, SE, MM, mengatakan bahwa pajak adalah tulang punggung penerimaan negara. Dia juga mengingatkan, untuk menyampaikan SPT orang/pribadi paling lambat 31 Maret 2019, serta SPT badan/usaha paling lambat 30 April 2019.
“Saat ini penyampaian laporan dapat dilakukan secara online,” jelasnya.

Pada kesempatan ini pemkot memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang taat membayar pajak. Hal ini diwujudkan dengan memberikan penghargaan bagi wajib pajak taat pajak.

Penghargaan diberikan dengan tujuan untuk meningkatkan semangat para pemimpin atau peserta wajib pajak untuk taat membayar pajak

Penyerahan penghargaan dilakukan disela-sela pembukaan pekan panutan PBB-P2, sosialisasi pajak daerah tahun 2019, Kamis (28/3). Penghargaan diserahkan Walikota Sungai Penuh, H. Asafri Jaya Bakri (AJB) bersama Ketua DPRD, Fikar Azami, SH, MH didampingi Kepala KPP Pratama Bangko, kepala KP2KP Sungai penuh serta Kepala Badan Keuangan Daerah.

Penghargaan kecamatan dengan persentase realisasi penerimaan PBB-P2 tertinggi tahun 2018 diberikan kepada Kecamatan Hamparan Rawang dan Kecamatan Koto Baru dengan realisasi 100%. Kemudian desa dengan realisasi tertinggi yang lunas PBB tahun 2018 diserahkan kepada Desa Simpang Tiga Rawang, Desa Dujung Sakti dan Desa Koto Padang.

Untuk penghargaan desa atas kinerja pengelolaan pajak atas dana desa tahun 2018 diberikan kepada Desa Pasar Baru, Desa Larik Kemahan, Desa Koto Tengah, Desa Permanti dan Desa Kampung Tengah.

Wako AJB mengatakan bahwa penghargaan yang diberikan tidak menunjukkan tingginya kesadaran wajib pajak, Kota Sungai Penuh masih tergolong rendah.
“Saya berharap kesadaran wajib pajak 2 tahun kedepan meningkat untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Wako AJB.

Kepala KPP Pratama Bangko, Maulana Abdullah, SE, MM, dalam sambutannya memaparkan bahwa di Sungai Penuh terdapat tiga kategori Desa berkaitan dengan ketaatan membayar pajak. Dari 65 desa, 12 desa belum bayar pajak, 42 desa dengan pembayaran relatif rendah, dan 7 desa dengan pembayaran sangat baik.
“Semoga di tahun depan 65 desa kita berikan penghargaan,” lanjutnya.

Baca Juga  Dream Hommes: North Penthouse Listed For $1.7 Million

Sementara itu, Fikar menegaskan bahwa akan memberikan punishment kepada 12 desa yang tidak taat pajak.
“Bagaimana kalau 12 desa tersebut kita rubah menjadi kelurahan,” usul Fikar.
Dengan demikian, desa tersebut tidak bisa mengelola dana desa dan tidak perlu membayar pajak.

Dalam acara tersebut, Wako AJB juga menyerahkan penghargaan wajib pajak taat bayar pajak daerah. Untuk kategori pajak hotel diterima Hotel Kerinci, Hotel Arafah & Hotel Mahkota. Kategori pajak restoran diterima CFC, RM. Minang Soto, RM. Sari Manggis & Restoran Lamanda. Dan kategori Pajak Hiburan diterima Karaoke 24, Roemah Karaoke & Dea Karaoke.

Selain itu Wako AJB juga menyerahkan SPPT dan DHKP PBB kepada 8 Camat dalam Kota Sungai Penuh.

Fikar dan Maulana juga mendampingi pemberian penghargaan SKPD pengelola Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Badan Keuangan Daerah sebagai terbaik I, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata terbaik II dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Pekerjaan Umum terbaik III.

Terakhir penghargaan PPAT atas penerimaan Pajak BPHTB diserahkan kepada notaris Fedy Kesaria, SH, M.Kn, Mohd. Syafwan, SH, M.Kn, Dela Eviharisa, SH, M.Kn, Irwan Damhuri, SH, M.Kn, Rina Mulyasari, SH, M.Kn dan Selvina Aztira, SH, M.Kn.

Dikesempatan ini, Wako AJB bersama Fikar juga menyampaikan SPT tahunan melalui e-filling. (Adv)

Reporter : jefrigo
Editor : lemy yose

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here