Desember Aset Diserahkan Ke Kota, Pemkab Harus Maksimalkan Perkantoran Bukit Tengah Yang masih “Terbengkalai”

0
392
Perkantoran pemkab Kerinci di Bukit tengah yang masih terbengkalai

KERINCIINDEPENDENT.COM-Pemerintah Kabupaten Kerinci “diultimatum” harus menyerahkan aset daerah paling Lambat tanggal 31 Desember tahun ini kepada Kota Sungai Penuh, tidak tanggung-tanggung pernyataan deadline kesepakatan penyerahan aset ini turut diketahui oleh KPK RI.

Dengan kesepakatan yang dibuat ini, Pemkab Kerinci terpaksa harus memaksimalkan aset milik sendiri yang ada di bukit tengah, ironisnya kondisi aset yang dibangun semasa pemerintahan Bupati H. Murasman itupun belum tuntas pembangunanya lantaran masih terkendala dengan status hukum.

Bagai makan buah “simalakama” posisi Pemkab Kerinci dihadapkan dengan kenyataan yang sangat sulit, disaat semua aset yang ada di kota Sungai penuh harus diserahkan, mereka juga belum mempersiapkan tempat untuk “pindah” di bukit tengah.

Aktivis Kerinci Salimin,SE memandang, Pemkab Kerinci harus menerima konsekwensi akibat ketidak seriusannya mentaati undang-undang nomor 25 tahun 2008 tentang pembentukan Kota Sungai penuh, yang akhirnya membuat kalang kabut disaat ada kesepakatan harus menyerahkan aset ke Sungai penuh per 31 Desember 2019.

” Konsekwensinya ya mereka pusing sendiri, karena dengan rentang waktu hanya dua bulan harus kelar penyerahan aset ke Kota, sementara mereka belum ada kesiapan untuk pindah ke bukit tengah, untuk menyewa gedung pun jangan-jangan juga kelupaan dianggarkan di APBD 2020″ Kata Aktivis senior ini.

Baca Juga  Miris ! Seorang kades Di Muaro Jambi Ini Tinggal Di Gubuk Reot

Menurutnya, andai saja dari awal Kerinci serius mempersiapkan penyerahan aset termasuk mengelola lokasi pembangunan pusat pemerintahan Bukit tengah peninggalan bupati Murasman tentu persoalan tidak akan seruwet ini dan tidak membuat repot sendiri.

” Seharusnya dari awal pemkab sudah harus mempersiapkan diri, terutama mengantisipasi setelah aset diserahkan dengan memaksimalkan kawasan bukit tengah, jangan terlalu egosentris, Dengan alasan karena itu programnya bupati Murasman ” tegas Salimin

Sementara itu Mantan anggota DPRD Kerinci Elyusnadi menyebutkan, porsoalan bukit tengah sebenarnya sudah bisa dibangun untuk tanah yang sudah keluar sertifikatnya, dan yang belum bersertifikat memang masih harus menunggu proses hukum yang saat ini masih ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Janbi.

Baca Juga  Peringatan Hari Kartini Ke 140, Hj. Nailil Husna : Pentingnya Peranan Ibu-Ibu Cegah Stunting

” Masalah bukit tengah sebenarnya yang sudah keluar sartifikat sudah bisa dibangun, hanya yang belum keluar tunggu dulu proses hukumnyo ” sebut Elyusnadi yang juga ketua PPP Kerinci ini.

Tentang penyerahan aset ke Kota Sungai penuh, menurut Elyusnadi yang memang sudah terlibat langsung soal yang satu ini saat bertugas sebagai anggota DPRD Kerinci periode 2014-2019, Semuanya sudah diatur oleh undang-undang,kalau aset skunder semua sudah diserahkan berupa rumah sekolah, Kecamatan, retribusi dan yang lain lain sudah diserahkan.

” Ikuti dan taati saja peraturan yang berlaku ” kata Elyusnadi

Seperti diberitakan sebelumnya, pemkab Kerinci dan Kota Sungai penuh, telah menandatangani kesepakatan penyerahan aset daerah, kesepakatan ini ditanda tangani dihadapan pemprov Jambi sebagai fasilitator dan diketahui oleh BPK RI Koordinator wilayah II.

Dalam kesepakatan ini disebutkan bahwa pemkab Kerinci harus menyerahkan aset daerah yang ada di kota sungai penuh paling Lambat tanggal 31 Desember 2019.

Reporter. : Jefrigo
Editor. : Lemy yose

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here