Gunung Kerinci Erupsi, BPBD : Tidak Lama Dan Sudah Sering Terjadi

0
560
Gunung Kerinci, 4805 Mdpl

KERINCIINDEPENDENT.COM- Hari ini Rabu (31/7) Gunung Kerinci,kembali mengalami erupsi. Asap tebal membubung tinggi keluar dari kawah Gunung Kerinci dengan ketinggian sekitar 800 meter.

Informasi yang diterima Erupsi gunung Kerinci dengan ketinggian 3.805 Mdpl tersebut merupakan erupsi yang kesekian kalinya terjadi, namun dengan intensitas erupsi yang tidak begitu tinggi.

Kepala BPBD Kerinci, Darifus membenarkan telah terjadi erupsi gunung Kerinci tersebut, namun erupsi terjadi hanya dalam kurun waktu yang tidak lama dan sudah sering terjadi.

“Sejauh ini status gunung Kerinci di level II atau waspada, ini sudah biasa dan sering terjadi,”ungkapnya

Erupsi gunung Kerinci sendiri, lanjutnya terjadi sekitar pukul 12.48 wib. Atas erupsi gunung kerinci tersebut dirinya mengintruksikan Tim TRC yang berada di Kayu Aro untuk memantau langsung kondisi gunung Kerinci.

Baca Juga  Dihadiri Petinggi Sumbar, Pengurus DPW HKKN Sumbar Resmi Dikukuhkan

“Namun kita minta masyarakat bisa mengikuti hinbauan dari PVMBG,”sebutnya.

Informasi akan erupsi gunung Kerinci sendiri didasarkan atas situs resmi dari KESDM Badan Geologi PVMBG. Pos Pengamatan Gunung Kerinci, https://magma.vsi.esdm.go.id/.

Pihak PVMBG merekomendasikan agar masyarakat disekitar gunung Kerinci dan para pendaki tidak mendaki hingga ke puncak Gunung Kerjnci. Begitu juga dengan jalur penerbangan disekitar gunung Kerinci dihindari karena sewaktu-waktu Gunung Kerinci berpotensi mengeluarkan letusan abu dengan ketinggian yang dapat mengganggu penerbangan.

Sementara itu hingga sore ini berdasarkan pantauan kerinciindependent.com masyarakat di sekitar Gunung Kerinci masih melakukan aktifitas seperti biasanya, tidak ada kekuatiran meski gunung api tertinggi di Indonesia baru saja erupsi

Baca Juga  Danpuspomal Laksamana TNI.DR. Nazali Lempo.SH.MH, Pimpin Upacara HUT 73 Korp Pomal

” biasa aja, yang begitu sudah sering terjadi dan kami tetap beraktifitas di kebun seperti biasa ” ujar tukimin salah seorang warga Kayuaro (red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here