H. Syahrudin Semad, PLTA Merangin & Pilgub Jambi Periode 2002/2007

0
369

 

Di sela-sela kesibukan di Kantor Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, kira-kira medio 1999, saya ditemuai oleh 2 (dua) orang pengusaha. Yang satu adalah Bapak Erwin Yahya, MBA, seorang pengusaha nasional, yang satu lagi Mr. Kjell Tore Laroi, seorang investor dari Norwegia. Norwegia adalah Negara yang sebagian besar sumber listriknya berasal dari PLTA. Kedua pengusaha ini membawa Ringkasan Hasil Studi Kelayakan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Merangin Dua yang berlokasi di Kabupaten Kerinci Propinsi Jambi. Kedua pengusaha ini minta bantuan saya untuk memfasilitasi mereka ke para pejabat terkait, baik di pusat maupun di daerah.

Lokasi PLTA Merangin di Kerinci , Jambi

Ketika saya tanya, “mengapa harus saya?” Mereka menjawab, “Pertama, Pak Syahruddin orang Kerinci Jambi dan Ketua HKK-JS. Kedua, Pak Syahruddin tentu kenal dan punya akses dengan pejabat yang ingin kami temui.” Ketika saya balik tanya, “Mau ketemu dengan siapa saja?” Pak Erwin mengatakan, “Ketua Bappenas, Ketua BKPM, Gubernur Jambi, dan Bupati Kerinci”. Setelah mendengar nama-nama tersebut, demi nama baik Kerinci dan HKK, serta pentingnya listrik bagi Kerinci, saya menyanggupi untuk memfasilitasinya. Keempat pejabat dimaksud memang tidak asing lagi bagi saya. Ketua Bappenas, Bapak Prof. Dr. Boediono, B.Sc, M.Ec, selain pimpinan di kantor, juga pernah bertetangga di Kompleks Bappenas Grogol semasa beliau masih Kepala Biro. Ketua BKPM, Bapak Marzuki Usman MA, juga Menteri Pariwisata, adalah Pembina MPSB-SOBARI dan saya adalah Sekretaris Umum. Selain itu, saya pernah membantu beliau untuk mengisi acara peresmian Masyarakat Peduli di Istana Negara. Gubernur Jambi, Bapak Abdurrahman Sayuti, saya kenal ketika MPSB-SOBARI mengadakan seminar di Jambi. Hubungan saya dengan Bupati Kerinci, Bapak Fauzi Siin, tidak perlu saya jelaskan lagi.

Pertemuan dengan Bapak Boediono diadakan di Kantor Bappenas Jalan Taman Suropati Jakarta Pusat. Pertemuan dengan Bapak Marzuki Usman dilaksanakan di Kantor BKPM, Jalan Gatot Soebroto Jakarta Selatan. Pertemuan dengan Bapak Abdurrahman Sayuti dilakukan di Kantor Gubernur di Telanaipura Jambi. Pertemuan dengan Bapak Fauzi Siin dilakukan di rumah dinas Jalan Kumun Sungaipenuh. Dalam pertemuan dengan pejabat penting tersebut, semuanya memberi dukungan penuh sebab listik merupakan prasarana penting untuk pengembanan pariwisata. Bappenas bahkan mengirim Tim Khusus untuk meninjau lapangan. Banyak liku-liku yang harus dilalui. Proses alot ini terus berjalan sampai Bapak Drs. Zulkifli Nurdin menjadi Gubernur Jambi.

Baca Juga  Baksos Penutupan TMMD ke 104 Kodim Kerinci,Di Serbu Warga

Dalam satu pertemuan antara calon investor dengan Bapak Zulkifli Nurdin di kawasan GBK, yang dihadiri pula oleh Pak Fauzi Siin, Pak Rizal Djalil, dan Pak Muradi Darmansyah, saya berusaha memberikan solusi yang moderat. Namun demikian, kenyataannya tidak semudah yang diharapkan; banyak kendala dan hambatan, baik teknis maupun non-teknis. Akhirnya, calon investor mundur. Belakangan diperoleh informasi bahwa PLTA Merangin 2 dilanjutkan investor lain, dan saat ini diketahui telah dikerjakan oleh perusahaan dalam negeri PT. BUKAKA mi

namun sampai saat ini tidak ada kabar bagaimana realisasinya. Akibatnya, listrik di Kerinci selalu mengalami pemadaman bergilir karena kekurangan daya.

PEMILIHAN GUBERNUR JAMBI PERIODE 2002-2007

H. Zulkifli Nurdin mantan gubernur Jambi 2002-2007

Salah seorang kandidat kuat calon Gubernur Propinsi Jambi periode 2000-2005 adalah Drs. Zulkifli Nurdin, pengusaha yang tinggal di Jakarta, putra Bapak H. Nurdin Hamzah pengusaha kaya dan tersohor di Jambi. Selain intim dengan orang Kerinci di Jakarta seperti Pak Fauzi Siin dan Pak Rizal Djalil, beliau juga dekat dengan para politisi termasuk tokoh reformasi Bapak Amin Rais. Ketika Bapak Amin Rais membentuk Partai Amanat Nasional (PAN), Bapak Zulkifli Nurdin dan Bapak Rizal Djalil membentuk PAN Propinsi Jambi dengan Ketua Umum Pak Zulkifli Nurdin sendiri dan Sekretaris Jenderal Pak Rizal Djalil, SE. Pak dr. Nasrul Qadir juga bergabung dalam PAN Propinsi Jambi sebagai Ketua.

Pada Pemilihan Anggota Legislatif tahun 2000, Bapak Rizal Djalil SE berhasil menjadi anggota DPR mewakili PAN Propinsi Jambi. Pra pemilihan Gubernur Propinsi Jambi periode 2002-2007, Pak Zulkifli Nurdin menggantikan sementara tugas Bapak Rizal Djalil di DPR, sebagai persiapan menuju pilgub 2000-2005. Mengapa demikian, menurut Pak Rizal Djalil, ini adalah salah satu taktik untuk mempromosikan Bapak Zul, panggilan akrabnya.

Baca Juga  Dua Warga Penerima Bantuan Rehab Rumah Berterima Kasih Kepada Satgas TMMD

Pada pilgub 2000-2005, Pak Zul betul-betul mencalonkan diri dan dicalonkan menjadi Gubernur Propinsi Jambi. Masyarakat Kerinci, yang direpresentasikan oleh para politisi, pemuka, dan pejabat asal Kerinci, umumnya mendukung Pak Zul.

Alhamdulillah pada pemilihan oleh anggota DPRD Propinsi Jambi, Pak Zul memperoleh suara terbanyak.

Setelah dilantik menjadi Gubernur, sesuai komitmen awal, Pak Zul menyediakan 3 (tiga) jabatan strategis untuk putra Kerinci, sedangkan Pak Rizal kembali lagi ke DPR. Ini merupakan ungkapan terima kasih Pak Zul kepada masyarakat Kerinci yang telah memberikan dukungan dan simpati.

Ketiga jabatan yang diisi oleh putra Kerinci adalah Ketua Bappeda (Dr. Firwan Tan); Kepala BKPMD (Ir. Syafril Alamsyah), dan Direktur Utama BUMD (Alven Stony, SE).

Yang masih menjadi wacana saat itu adalah mengapa posisi Wakil Gubernur tidak segera diisi? Menurut orang dekat Pak Zul, posisi ini sesungguhnya juga dicadangkan untuk putra Kerinci.

Di ceritakan oleh H. Syahrudin Pada suatu hari, Pak Rizal menemui dirinya , menyampaikan bahwa Pak Zul ingin bertemu agar bisa saling mengenal. Sebelumnya memang Pak Zul dan H.Syahrudin belum pernah ketemu dan bergaul, karena kesibukan masing-masing.

Pertemuan diadakan di Restoran Hotel Hilton, sekarang Hotel Sultan, di kawasan Gelora Senayan. Pertemuan tersebut dihadiri juga oleh Pak Rizal Djalil.

Pertemuan kedua, atas inisiatif H.Syahrudin sendiri, diadakan di salah ruang pertemuan, juga di Hotel yang sama.

“Pada pertemuan ini saya didampingi Pak Ir. Syafrudin Ahmad menyampaikan beberapa program,” ujar H. Syahrudin

Kemudian pada acara Halal Bi Halal BMKJ di Hotel Mulia tahun 2000, ia bertemu dengan Ketua DPRD Propinsi Jambi, Bapak Nasrun Arbain. Pada kesempatan itu, Arbain mengundang H.Suahrudin untuk datang ke Jambi. Karena satu dan lain hal, ia tidak sempat ke Jambi untuk bertemu.

Cukup lama waktu berlalu, jabatan Wagub dibiarkan kosong. Akhirnya pada tahun kedua, jabatan tersebut diisi oleh Bapak Antony Zeidra Abidin, seorang wartawan dari Jakarta, asal Jambi. Tetapi sangat disayangkan dalam hitungan bulan Wagub menjadi kosong lagi……bersambung.

Editor : Jefrigo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here