H. Syahrudin Semat, Dari Forum Komunikasi Masyarakat Kerinci & Di percaya Sebagai Ketua MPK I

0
402

 

JAKARTA – Masih tersisa 7 (tujuh) agenda hasil musyawarah nasional masyarakat Kerinci yang perlu dicari solusinya. Ketujuh agenda dimaksud berkaitan dengan transparansi, partisipasi dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, baik progam maupun anggaran.

H. Syahrudin Semat bersama tokoh tokoh Kerinci di rantau yang tergabung di MPK.

Untuk membahas persoalan yang cakupannya sangat luas diperlukan satu wadah permanen untuk bertukar pikiran, sekaligus menjaga momentum persatuan dan kesatuan masyarakat Kerinci yang sudah terjalin.

Salah satu wadah yang disepakati waktu itu adalah membentuk dan menyelenggarakan Forum Komunikasi Masyarakat Kerinci sekali setahun bertempat di Gedung Nasional Sungaipenuh.

Forum ini diselenggarakan beberapa hari setelah Hari Raya Idulfitri, sekaligus sebagai pengingat momentum musyawarah nasional. Dipilihnya waktu setelah Hari Raya Idulfitri didasarkan pada pertimbangan, warga Kerinci luar daerah banyak yang pulang kampong (mudik) sehingga sekaligus bisa bersilaturahim dengan keluarga dan menghadiri Forum Komunikasi.

Panitia penyelenggara Forum diatur secara bergilir. Penyelenggaraan Forum pertama dipercayakan kepada HKK-JS; Forum kedua diserahkan kepada HKK Bandung/Jabar; Forum ketiga oleh HKK Jambi; Forum keempat oleh HKK Sumbar. Peserta Forum adalah wakil HKK luar daerah, tokoh masyarakat Kerinci, mahasiswa, aparat pemerintah. Biaya penyelengaraan dibantu oleh Pemda Kabupaten Kerinci. Forum dibuka oleh Bupati. Pada periode penyelenggaraan Forum Komunikasi, HKK-JS diketuai oleh Bapak Meirizal Meirad.

Forum pertama dan kedua berjalan lancar. Dalam forum tahun pertama dibahas masalah dan solusi pemasaran kulit manis. Pada forum kedua, masalah yang dibahas menyangkut Taman Nasional Kerinci Seblat. Pada forum ketiga dan keempat, diskusi mulai menghangat karena yang dibahas menyangkut masalah yang sensitif yaitu transparansi dan akuntabilitas, khususnya anggaran pembangunan dan dana gempa.

Pemerintah Daerah mulai gerah dan terganggu karena dianggap sudah memasuki area politik praktis. Akibatnya, penyelenggaraan Forum dihentikan. Tentu saja, mantan pegiat reformasi agak kecewa.

MASYARAKAT PEDULI KERINCI (MPK)

H. Syahrudin Semat, ketua MPK Pertama.

Dihentikannya penyelenggaraan Forum Komunikasi Masyarakat Kerinci, tidak memudarkan semangat para penggagas dan perintis Reformasi Kabupaten Kerinci. Pada suatu hari, di tahun 2007, tokoh perantau Kerinci H. Syahrudin Semat  menerima telpon lagi dari Bapak Nasrul Kadir. Beliau, bersama Pak Mustafa Kadir, Pak Sudirman Zahary, dan Pak Alven Stony, ingin berdiskusi tentang kelanjutan forum komunikasi. Ketika itu Syahrudin sudah pensiun atau tidak bekerja lagi di KemenPPN/Bappenas, pertemuan diadakan siang hari di satu restoran di Jakarta, saya lupa restoran apa dan dimana, waktunya kira-kira siang.

Kesimpulan pertemuan adalah perlu dibentuk wadah baru untuk memelihara kesatuan dan persatuan masyarakat Kerinci, sekaligus memadukan potensi intelektualitas dan entrepreneurship warga Kerinci untuk mendukung pembangunan masyarakat dan daerah.

Baca Juga  H. Syahrudin Semad, PLTA Merangin & Pilgub Jambi Periode 2002/2007
Munas I Masyarakat peduli Kerinci (MPK)

Ada 3 (tiga) nama yang mengemuka yaitu Kaukus Masyarakat Kerinci, Masyarakat Peduli Kerinci, dan ada satu nama lain. Dari ketiga bentuk tersebut disepakati Masyarakat Peduli Kerinci, disingkat MPK.

Untuk mendeklarasikan pembentukan MPK dilakukan pertemuan khusus dengan mengundang tokok-tokoh masyarakat Kerinci. Karena pentingnya acara tersebut, Syahrudin mengupayakan diselenggarakan di ruang rapat utama Bappenas Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta Pusat, pada hari Sabtu tahun 2007.

Pertemuan tersebut dihadiri sebanyak 35 orang tokoh-tokoh masyarakat Kerinci di Jakarta. Setelah pembukaan oleh para penggagas yang diikuti diskusi, maka semua peserta sepakat dan setuju untuk mendeklarasikan pembentukan Masyarakat Peduli Kerinci (MPK).

Rakernas 1 Masyarakat Peduli Kerinci ( KPK)

Pada kepengurusan MPK I (2007-2010) H.Syahrudin Semat ditunjuk sebagai Ketua. Tugas utama adalah mempersiapkan perangkat organisasi terutama Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta memulai kegiatan sebagai pemicu (trigger). Pada kepengurusan MPK I Alhamdulillah naskah lengkap AD/ART organisasi dapat diselesaikan.

Menyongsong Pemilihan Bupati periode 2009-2014, partisipasi MPK adalah memasang spanduk yang isinya antara lain seruan kepada masyarakat agar menjauhi politik uang (money politic). Selain itu, MPK menyelenggarakan Diskusi untuk mendengar visi, misi dan program para bakal calon yang akan didukung. Diskusi diadakan di Kantor Bappenas Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta Pusat.

Dalam diskusi dimaksud ada 3 bakal calon yang memberikan paparan yaitu Bapak H. Herman Muchtar, SE, MM; Bapak Nurzan Joher, M.Ag, dan Bapak Ami Taher. Bapak Murasman yang juga mencalonkan diri saya telepon untuk hadir, tetapi tidak bisa datang.

Tujuan diskusi ini adalah mencari figur yang pantas dan patut didukung dan diperjuangkan sebagai Calon Bupati Kerinci. Pada periode tersebut, terpilih Bapak Murasman sebagai Bupati Kerinci, sedangkan calon yang didukung MPK belum berhasil. Kegagalan calon MPK selain disebabkan persiapan yang kurang matang, juga karena suara MPK tidak padu.

Pada kepengurusan yang kedua, 2010-2013, Ketua Umum terpilih adalah Bapak Akmal Ahmad, SE. Pada periode ini, selain menyelenggarakan pertemuan untuk menyusun dan merumuskan program organisasi, MPK juga berpartisipasi dalam Pemilihan Gubernur Propinsi Jambi periode 2011-2016.

Pada momentum ini, MPK mengajukan 2 (dua) calon sebagai wakil Gubernur. Pertama, Bapak Akmal Ahmad, SE (AA) sebagai pendamping Drs. Hasan Basri Agus (HBA), mantan Bupati Sarolangun. Kedua, Bapak Ir. Ami Taher (AT) sebagai pendamping Drs. Zulfikar Ahmad (ZA), mantan Bupati Muaro Bungo.

Baca Juga  Mengenal Lebih Dekat Sosok Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Pernah Menjadi Ajudan RI-2

Setelah mengadakan beberapa kali pembahasan, akhirnya disepakati Bapak Ir. Ami Taher yang maju, sedangkan Bapak Akmal Ahmad, SE diminta melajutkan pembenahan organisasi dan program MPK. Salah satu program MPK yang utama saat itu adalah mengatur strategi dan taknik untuk memenangkan pasangan calon ZA-AT, khususnya di Kabupaten Kerinci.

Dalam kaitan itu dibentuk Tim Pemenangan yang diketuai Bapak Dr. H. Basyarudin Thayib, M.Pd. Dalam masa kampanye di Kerinci, Ketua Tim langsung memimpin. Hasilnya, walaupun ZA-AT kalah di tingkat Propinsi, tetapi di Kerinci pasangan ZA-AT menang mutlak.

Pada kepengurusan ketiga, 2013-2016, Bapak H. Herman Muchtar, SE.,MM dipilih sebagai Ketua Umum. Selama kepengurusan ketiga, MPK telah melaksanakan banyak kegiatan strategis yaitu musyawarah nasional di Hotel Cihampelas 1 Bandung, seminar di Cibubur, Pemaparan Jalan Evakuasi di Gedung DPR, Pelatihan kompetensi guru-guru SMA di Sungaipenuh, diskusi tentang kewirausahaan (enterpreneuship) untuk industri kecil, seminar di Kantor Walikota Sungaipenuh, pembentukan MPK Propinsi, diskusi di gedung SMA Unggulan Cibinong, partisipasi dalam kontestasi pemilihan Walikota Sungaipenuh periode 2015-2020, Musyawarah Nasional di Batam.

Pada musyawarah nasional di Bandung berhasil disepakati AD/ART organisasi MPK yang diikuti pengesahan Akte Notaris oleh Menkumham.

Dalam pemilihan Walikota Sungaipenuh periode 2015-2020, MPK sepakat mengajukan Bapak H. Herman Muchtar, SE,MM sebagai calon berpasangan dengan Bapak Nuzran Joher, M.Ag.

Pelatihan kompetensi guru SMA dan kewirausahaan masing-masing diberikan oleh Bapak Basyaruddin Thaib dan Bapak Budi Isman. Pertemuan di Cibubur bertujuan mempersiapkan dan mematangkan materi untuk acara paparan di DPR dan di Kantor Walikota Sungaipenuh.

Pemaparan Jalan Evakuasi di Gedung DPR, selain anggota Tim MPK, hadir pula Ketua DPR Marzuki Ali, Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup. Diskusi di Kantor Walikota Sungaipenuh membahas 4 (empat) tema aktual yang sedang dihadapi yaitu masalah Jalan Evakuasi, Propinsi Puncak Andalas, Pendirian Yayasan Kerinci, dan Hari Lahir Kabupaten Kerinci.

Pertemuan ini dihadiri oleh Bupati Kerinci (Dr. Adi Rozal), Walikota Sungaipenuh (Prof. Asafri Jaya Bakri), wakil MPK Malaysia (Datok Setia Haji Moh. Isa), anggota Muspida dan pejabat daerah.

Pada pertemuan nasional di Batam, yang dihadiri oleh wakil-wakil propinsi lain dan wakil MPK Malaysia, selain evaluasi kegiatan MPK, dilaksanakan pula pembentukan dan pengumuman pengurus periode 2016-2019. Pada periode ini Bapak Dr. H. Basyarudin Thayib, M.Pd. dipilih menjadi Ketua Umum….bersambung !

Editor : Jefrigo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here