Ketua DPC Gerindra Sungai Penuh Tepis Issu Tentang Besarnya Biaya Survey

0
574
Hero Patria, ketua DPC Partai Gerindra Kota Sungai penuh

KERINCIINDEPENDENT.COM- Sejumlah Parpol di Kota Sungai penuh baru saja membuka pendaftaran bagi para kandidat bakal calon walikota Sungai penuh yang akan bertarung pada pilwako tahun depan.

Partai Gerindra, partai besutan Prabowo Subianto juga telah membuka pendaftaran yang telah dimulai dari tanggal 25 Oktober dan berakhir 15 November kemaren.

Ada Sebanyak 5 ( lima) orang kandidat yakni Pusri Amsy, Zulhelmi, Ahmadi Zubir, Fikar Azami, Medrin Jhoni telah menyerahkan berkas mereka pertanda keabsahan terdaftar sebagai kandidat yang bakal diusung oleh Gerindra

Namun ditengah berjalannya proses penjaringan beredar kabar bahwa panitia penjaringan mengembalikan lagi berkas yang telah diserahkan oleh para kandidat lantaran belum memenuhi sumbangan untuk biaya survey.

Konon menurut salah satu kandidat, biaya survey yang ditetapkan bervariasi mulai dari Rp.150 juta-Rp.170 juta untuk setiap kandidat.

Penetapan biaya survey ini sontak menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat kota Sungai penuh, lantaran dianggap sebagai “penjelmaan” dari “mahar” politik.

Namun, ketua DPC Gerindra Kota Sungai penuh Hero Patria membantah keras kalau pihaknya telah meminta “mahar’ politik kepada kandidat yang terdaftar di Partainya.

” Tidak benar itu, kami tidak pernah membicarakan mahar politik, yang ada hanya kami meminta iyuran untuk biaya survey sebagai proses untuk menentukan kandidat yang bakal kami usung'” sebut Hero Patria

Survey sebut Hero, adalah sebuah proses tahapan penjaringn bakal calon kepala daerah yang memang sudah ditetapkan oleh DPP Gerindra dan Bukan dibuat-buat oleh  DPC Gerindra, atau DPD Gerindra Provinsi Jambi.

Baca Juga  Kunjungan Gubernur Jambi Ke Ponpes Al Kahfi Mendapat Apresiasi Dari Dato' Muhammad Isa

” Itu mekanisme Partai Gerindra dalam menentukan bakal calon yang akan diusung, jadi survey itu diminta oleh DPP Gerindra bukan maunya saya atau ketua DPD Jambi,”  terang Hero.

Hero juga membantah, jika disebut telah menentukan nominal yang harus dibayarkan oleh setiap kandidat mencapai ratusan juta guna membiayai  survey yang akan dilakukan Gerindra.

” Kalau disebut 150 – 170 juta per-kandidat tidaklah, yang benar adalah sebanyak 125 juta ” ujarnya.

Diterangkannya, biaya dimaksud bukan untuk per kandidat, tetapi semua kandidat sebanyak 5 orang tersebut secara bersama-sama beriyuran untuk membiayai survey

“Jadi nominal itu bukan per-kandidat, tetapi mereka berlima beriyuran untuk menutupi biaya survey yang ditetapkan sebanyak 125 juta, mereka berlima lah yang berbagi untuk menutupi biaya sebanyak itu,” terang Hero.

Hero juga menjelaskan Tentang pengembalian berkas yang dilakukan oleh panitia penjaringan Gerindra, menurutnya, yang dikembalikan itu adalah berkas yang diserahkan oleh kandidat sebelum dibukanya tahapan pendaftaran.

” Sebelum tahap pendaftaran ada kandidat yang menitip berkas dengan kami, jadi berkas itu yang kami kembalikan, sementara berkas yang diserahkan saat dibukanya pendaftaran resmi masih ada di panitia,” ujarnya.

politisi yang juga mantan pejabat BNI 46 ini menambahkan, agar tidak terjadi kesalah pahaman antara kandidat dan panitia dalam hal biaya survey ini, maka panitia pendaftaran DPC Gerindra Sungai penuh meminta kepada kandidat agar mengkomunikasikan perihal survey ini kepada DPC Gerindra kota sungai penuh

Baca Juga  Desember Aset Diserahkan Ke Kota, Pemkab Harus Maksimalkan Perkantoran Bukit Tengah Yang masih "Terbengkalai"

Ia berharap, dengan demikian tidak akan ada lagi salah persepsi terkait tentang biaya survey ini.

Ditegaskan lagi oleh Hero, partai Gerindra dalam menentukan kandidat yang akan diusung tetap melalui tahapan dan  mekanisme yang berlaku dan tidak pernah menggunggulkan salah satu kandidat.

” Semua kandidat berpeluang, dan DPC Gerindra tidak pernah memprioritaskan salah seorang kandidat,” pungkas Hero.

Sementara itu dikutip dari jambiberita.com DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi melalui Sekretaris Panitia Penjaringan Armen Siregar membantah informasi yang berkembang tentang pengembalian berkas Bakal Calon Walikota Sungai Penuh.

“Ada kesalahpahaman tentang informasi di seputar penjaringan Calon Walikota Sei Penuh, dimana seolah ada pengembalian berkas dari DPC Sei Penuh, padahal tidak pengembalian berkas kepada semua bakal calon yang daftar,” tegasnya di Jambi (21/11/2019) hari ini seperti dikutip Jambi berita.com.

Terkait sinyalemen biaya survei yang ditetapkan,  Armen mengatakan survei bagian dari tahapan penjaringan.

Itupun dilaksanakan secara gotong royong bukan orang perorang. Jadi jika ada bakal calon yang mengaku diminta biaya survei perorangan itu merupakan informasi yang keliru, karena biaya survei ditanggung bersama semua bakal calon, katanya kepada Jambi berita.com

 

 

Reporter : Lemy yose

Sumber : Jambi berita.com

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here