Ini Penjelasan Pakar Geologi soal Sering Terjadinya Longsor Di Kerinci

0
2714
DR. Akmaludin Thalib, pakar geologi UGM ( Fhoto/.ist)

KERINCI – jalur Kerinci – Bangko dan Sungai penuh – Pessel merupakan jalur langganan longsor, dimana hampir setiap musim hujan dapat dipastikan akan terjadi longsor di titik titik sepanjang jalur ini. Kondisi ini bukan saja terjadi saat ini tapi sudah terjadi semenjak akses jalan di kedua jalur ini dibuka dahulu kala.

Lantas apa sebenarnya yang menyebabkan seringnya terjadi longsor di kedua jalur penghubung yang menjadi urat nadi ekonomi dua daerah otonom yang terletak sebelah barat provinsi Jambi ini ?

Pakar geologi universitas Gadjah Mada ( UGM) DR. Akmaluddin Thalib yang juga merupakan putra Kerinci kepada kerinciindependent.id menjelaskan, menurutnya, jika dilihat peta geologi jalan sepanjang jalur Kerinci – Bangko umumnya didominasi oleh endapan volkanik tua akibat letusan gunung api purba yang ada di sepanjang Lempur – Masurai Merangin.

Baca Juga  Sekjen HKK Nasional Sumbang Dana Untuk Pencarian Al Mughoni

Selanjutnya urai Akmal,  ketika memasuki Ma.Imat, batuan ini berubah menjadi batuan metamorf yaitu batu sabak, filit dan batuan sedimen meta.

Dijelaskan oleh Akmal, Batuan metamorf yang berumur Jurasic (150jt tahun) ini mempunyai sifat yang mudah hancur akibat sudah mengalami tekanan tektonik, sehingga tambahnya, ketika kena air hujan, akan mudah sekali untuk bergerak, terlebih lagi pada lereng yang cukup terjal.

Dikatakannya, secara umum tebing jalan sepanjang muara imat – Birun memiliki kelerengan yang cukup curam, itulah faktor utama sering terjadinya longsor.

” Jadi kombinasi sifat batuan dan kelerengan tebing ditambah curah hujan yang tinggi menjadi faktor utama kenapa sering terjadi longsor di Jalur Kerinci – Bangko,” ujarnya.

Kondisi yang hampir sama terang Akmaluddin terjadi d jalur Sungai penuh- Pessel juga dikenal sebagai jalur rawan longsor, di jalur ini faktor ilmiah penyebab longsor adalah batuan penyusun yang gampang longsor, tebing yang curam tanpa dinding pengaman longsor.

Baca Juga  Spektakuler, Festival Kenduri Sko Akhirnya Masuk 100 Besar Calender Of Event Kemenparekraf RI.

” Puncak Tapan ini litologinya adalah endapan batuan volkanik, kedua jalur sama sama merupakan jalur.patahan, sesar yang labil sehingga gampang longsor,” papar Akmal.

Untuk mengatasi longsor di jalur ini Akmaludin menyarankan, dilakukan pemetaan titik dan daerah rawan longsor, kemudian daerah yang rawan longsor harus dilakukan tindakan geoteknik untuk mencegah longsor, lalu tebing jalan disepanjang zona rawan longsor jangan dibuat terlalu terjal dan tentunya penebangan hutan dihulu juga harus menjadi perhatian serius.

” Itu upaya yang harus dilakukan oleh pemerintah kabupaten Kerinci, Pemrov Jambi dan instansi terkait,” pungkas Akmaluddin Thalib.

 

Editor : Lemy Yose

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here