Jonni Mardizal, menjadi nara sumber pada acara Perkemahan Kreatif Remaja Sinode Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM)

0
511
Jonni mardizal, saat memberikan paparannya di hadapan peserta perkemahan ( dok.kemenpora)

KERINCIINDEPENDENT.COM.MINAHASA- Putra Kerinci yang saat ini dipercaya sebagai Staf Ahli Menpora bidang Ekonomi Kreatif Jonni Mardizal mewakili Menpora Imam Nahrawi menjadi nara Sumber pada acara Perkemahan Kreatif Remaja Sinode Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM)di Bumi Perkemahan Goro Kecamatan Kakas, Minahasa Sulawesi Utara, Kamis (20 Juni).

Jonni Mardizal bersama dengan peserta perkemahan ( dok.kemenpora)

Mewakili Menpora, di awal paparannya Jonni menyampaikan bahwa Pemerintah mengapresiasi penyelenggaraan perkemahan ini Yang diikuti oleh hampir 10 ribu peserta dan diselenggarakan dari tanggal 17 sampai dengan 22 Juni 2019.

Tokoh Kerinci ini juga menceritakan saat kedatangannya di bandara Sam Ratulangi Manado, ada sebuah tulisan yang menjadi perhatiannya yang pada akhirnya ternyata punya arti yang sangat relevan dengan maksud dan tujuan kegiatan perkemahan kreatif remaja yang dilaksanakan oleh sinode GMIM.

“Sewaktu landing di Bandara Sam Ratulangi (Samrat), saya sempat membaca motto yang terpampang di pelataran depan bandara yakni: “Sitou Timou Tumou Tou”. Saya kemudian mencari tahu makna dari motto ini, yang ternyata merupakan nasehat dari Pahlawan Nasional asal Minahasa, Doktor Sam Ratulangi. Bahwa maknanya adalah Manusia hidup untuk menolong manusia lainnya, atau Orang hidup untuk memanusiakan orang lain, Luar biasa!! ” Papar Jonni.

Baca Juga  HKKN Pariaman Undang Anak Anak Tahfidz Di Kegiatan Bulanannya

Dalam paparannya Jonni juga menyampaikan bahwa Sejatinya suatu kegiatan perkemahan adalah momentum di mana para peserta perkemahan dilatih sensitivitas sosialnya, agar terbentuk spirit dan watak untuk saling bekerjasama sebagai manifestasi dari keberadaan manusia sebagai makhluk sosial.

Spirit bekerjasama ini yang menurut Bung Karno disebut “Gotong-royong”, atau dalam ungkapan masyarakat Minahasa disebut: “Mapalus”.
Dalam ruang lingkup atau dimensi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, para peserta perkemahan diharapkan mampu mentransformasi nilai-nilai yang diperoleh selama masa perkemahan, ke dalam tingkah laku dan tindak-tanduk kehidupan sehari-hari.

Jonni juga memberikan motivasi kepada remaja GMIM, agar semakin aktif dalam menghidupkan nilai-nilai moral kerohanian, sebagaimana yang dianjurkan oleh pihak gereja, sekaligus menguatkan nilai-nilai kebangsaan.

Baca Juga  Kepala Pusdatinmas BNBP Sutopo Purwo Nugroho Meninggal Dunia di China Minggu, 7 Juli 2019 |

Diterangkannya, nilai-nilai moral kerohanian dan kebangsaan ini telah diamanatkan dalam Undang-undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka. Selain itu tambahnya, nilai-nilai moral kepemudaan juga termaktub dalam UU Nomor 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan, diantaranya mengenai potensi kreativitas pemuda dan kewirausahaan pemuda.

Dalam konteks kekinian menurut Jonni, pada era digital atau era revolusi industri 4.0, kreativitas pemuda hendaknya diarahkan pada bidang ekonomi kreatif, sehingga mampu menumbuhkan kader-kader bangsa yang berkarakter mandiri dan berdaya saing.

Setelah menyampaikan paparannya, tokoh Nasional asal Kerinci-jambi ini memberi kesempatan tanya jawab yang dipandu oleh moderator Sonya Hellen Sinombor, yang merupakan jurnalis Senior Kompas.
Pada acara ini selain Jonni Mardizal juga ada nara sumber lain yakni dari Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian PPA, Kejaksaan Agung dan banyak lagi Yang lainnya.

Sumber : kemenpora

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here