Kemenpora Serahkan Lisensi Akreditasi Keolahragaan ke LSKTK-SOI

0
353
Jonni mardizal bersama wakil ketua DPD RI Letjen (purn) Nono Sampono

Jakarta – Lembaga Sertifikasi Kompetensi Tenaga Keolahragaan Sains Olahraga Indonesia (LSKTK-SOI) akan bergandengan tangan dengan Kemenpora dalam menerapkan sport sains khususnya dalam peningkatan performa fisik dan strategi pemulihan dalam mendongkrak prestasi atlet-atlet Indonesia menuju persaingan ke kancah internasional.

Jonni Mardrizal saat diwawancarai awak media

LSKTK-SOI sudah resmi menjadi satu-satunya lembaga yang mendapatkan akreditasi Badan Standarisasi Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) yang merupakan badan di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk mengeluarkan akreditasi lisensi keolahragaan di antaranya terhadap tenaga-tenaga ahli di bidang Sport Sains.

“LSKTK-SOI siap bergandengan tangan dengan Kemenpora untuk membangun prestasi atlet Indonesia menuju kancah internasional,” kata Direktur LSKTK-SOI, Kelana Sukma Anggun Jatnika usai menerima Sertifikasi Akreditasi dari BSANK yang diserahkan Staf Ahli Kemenpora Bidang Ekonomi Kreatif, Jonni Mardizal di Jakarta

Baca Juga  Ketua Umum POZI diterima Duta Besar Republik Islam Iran, Jonni Satu Satunya Orang Indonesia Di Organisasi IZSF

Dalam membangun prestasi olahraga Indonesia, kata Kelana yang pernah menjabat sebagai direktur Strength & Conditioning Program Indonesia Emas (Prima), LSKTK-SOI sudah membuat program tahun 2020 yakni uji kompetensi berlisensi nasional dalam rangka menstandarisasi pelatih fisik dan tenaga terapis olahraga seluruh Indonesia.

“Melalui workshop dan uji kompetensi (lisensi) di berbagai daerah, kita akan membangun kualitas pelatih fisik (strength & conditioning) dan tenaga terapis olahraga (sports therapys) yang berstandar nasional. Dengan demikian, peforma atlet-atlet daerah akan meningkat sehingga mampu bersaing ketat bukan hanya di event olahraga nasional tetapi kancah Asia Tenggara, Asia dan dunia,” ujarnya.

Pendirian LSKTK-SOI yang digagas Perkumpulan Pelatih Fisik Indonesia (PPFI) dan Persatuan Terapis Olahraga Indonesia (PTOI), kata Kelana, dan ke depan sangat mungkin akan merekrut perkumpulan lain sehingga bisa lebih sempurna.

Baca Juga  Study komperehensif di pekanbaru, wartawan sungai penuh dijamu HKK Riau.

“Saat ini, LSKTK-SOI memang baru bisa mengeluarkan lisensi kepada pelatih fisik dan terapis olahraga. Ke depan, LSKTK akan merangkul perkumpulan tenaga ahli biomekanik, sport nutrisi, psikologi, dan analisa olahraga untuk bergabung sehingga tenaga-tenaga ahli di bidangnya bisa mendapatkan akreditasi lisensi keolahragaan nasional ,” kata Kelana.

Sumber : Tempo.co

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here