Mengenal Lebih Dekat Sosok Kasdam II/Sriwijaya, Brigjen TNI Muhammad Zamroni, Pernah Menjadi Ajudan RI-2

0
2606
Brigjen TNI. Muhammad Zamroni, Kasdam II/Sriwijaya ( fhoto/ist)

KERINCI – Bulan April setahun lalu, tepatnya tanggal 9 April 2020, sebuah surat perintah KASAD nomor sprint :1205/IV/2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan TNI AD diterima oleh Brigjen TNI Muhammad Zamroni, yang kala itu masih menjabat sebagai Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta.

Sebuah promosi jabatan baru sebagai kepala staf Kodam II/Sriwijaya harus diemban oleh jenderal bintang satu ini.

Brigjen TNI. Muhammad Zamroni, Kasdam II/Sriwijaya, menjadikan tuoring sebagai salah satu hobby ( fhoto/dok. MZ)

Siapakah sosok jenderal bintang satu yang kabarnya merupakan putra kelahiran Jambi ini ? Berikut kerinciindependent.id mencoba menceritakan sekelumit perjalanan karir militer Brigjen TNI Muhammad Zamroni untuk para pembaca.

Brigjen TNI Muhammad Zamroni, adalah putra pertama dari tiga bersaudara kelahiran Jambi pada tanggal 15 Juli 1968. Jenderal M. Zamroni merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1990.  Selama menjalani pendidikan di Akmil, ia menjadi seorang Kavaleri dari tingkat satu hingga tingkat akhir di Akmil.

Tahun 1990 Muhammad Zamroni dilantik menjadi perwira usai menjalani pendidikan di Akademi Militer, ia kemudian melanjutkan pendidikan dasar kecabangan Kavaleri di Pusdikkav, Padalarang.

Jenjang karir militer Muhammad Zamroni diawali ketika menerima penugasan pertama di batalyon Kavaleri I/Divif 1/ Kostrad. Disini Muhammad Zamroni mendapat penugasan yang lengkap, mulai dari komandan peleton Tank, perwira seksi operasi Batalyon, hingga menjabat sebagai komandan kompi Tank.

Tahun 1996, saat berpangkat Letnan Satu, Muhammad Zamroni mengikuti pendidikan dasar kecabangan Kavaleri komparatif ( ROBC-Armoured atau Rehimental Officer Basic Course ) di School of Armoured Puckapunyal, Australia.

Pendidikan kecabangan ini menjadikan Muhammad Zamroni semakin matang serta menguasai pengetahuan serta ketrampilan sebagai perwira Kavaleri.

Perwira tinggi TNI-AD yang mempunyai dua orang anak ini, sebelum menjabat sebagai Kasdam II/Sriwijaya telah menjalani penugasan di berbagai tempat.

Usai menyelesaikan Selapa II Kavaleri, Zamroni ditempatkan sebagai guru Militer Departemen Taktik dan Staf Pusdikkav. Kemudian pada akhir tahun 2020, mendapat tugas di Kalimantan Timur sebagai Komandan Detasemen Kavaleri 1 Dam VI/TPR ( sekarang Dam IV/MLW).

Baca Juga  Muswil I HKKN-JS Berjalan Sukses, Ini Kata DR. H. Basyarudin Thayib, M.Pd Mantan Ketum HKKN-JS

Di Kaltim, Zamroni juga sempat menjabat sebagai kepala staf Kodim 0902/TRD, Kabupaten Berau, Kaltim. Jabatan Kasdim ini, diembannya sebelum mengikuti Pendidikan Seskoad. Usai mengikuti pendidikan Seskoad tahun 2004 ditugaskan sebagai Kabag Litbang Materiil
Sdirbinlitbang Pussenkav.

Setahun kemudian, tepatnya tahun 2005, saat itu Muhammad Zamroni berpangkat Mayor, dirinya mengikuti kursus operasi Gabungan di Australia.

Tahun 2006, sosok yang dikenal peramah ini, mengkuti Sesko Komparatif ACSC ( Australian Command and Staff
Colege) yang merupakan pendidikan bersifat gabungan dan mendapat
gelar PSC-J (Passed Staff Colege Joint). Usai pendidikan di Australia, ia kembali bertugas di Pussenkav sebagai Kabag
Litbang Sistem dan Metode.

Tahun 2008, dengan pangkat Letk Kav,  Muhammad Zamroni ditugaskan
sebagai Komandan Batalyon Kavaleri 8/Divif 2/Kostrad yang berlokasi di Pasuruan – Jawa Timur. Semasa periode ini, Lekol Kav Muhammad Zamroni berkesempatan mengikuti pendidikan ASC
(Advanced Security Cooperation) di APCSS Hawaii – USA.

Pada akhir tahun 2009, ditugaskan sebagai Pabandya Perbatasan Utara-Timur di Spaban V Kerjasama Perbatasan Staf Operasi Mabes TNI. Dalam posisi ini, Letkol Kav Muhammad Zamroni mengurusi kerjasama militer yang dilakukan oleh TNI termasuk operasi di perbatasan dengan negara tetangga, sehingga memberikan peluang kepada dirinya untuk berinteraksi dengan militer mancanegara dan ditugaskan ke Singapura, Malaysia, Thailand, Philipina, Kamboja, Amerika Serikat.

Saat itu ia juga berkesempatan mengikuti dua kursus singkat di Hawaii yaitu Military Operations and Law (Milops) dan MPAT (Multinational Planning Augmentation Team).

Menjadi Ajudan Wapres Boediono

Pada awal tahun 2012, Letkol Kav Muhammad Zamroni mengikuti
proses seleksi untuk menjadi Ajudan RI-1/RI-2 dan dalam proses panjang
tersebut pada Bulan Agustus 2012, akhirnya ia terpilih sebagai Ajudan RI-2 (Wapres saat itu, Prof Dr Boediono).

Sebagai satu-satunya Ajudan yang masih
berpangkat Letkol saat itu, pada tanggal 4 September 2012, Muhammad
Zamroni mendapat anugerah kenaikan  pangkat Kolonel.

Baca Juga  Hari ini , Etape Pertama TDS Dimulai Dari Pantai Gondoriah

Bertugas sebagai Ajudan Wapres,  Zamroni mengakui mendapatkan pengalaman yang luar biasa tentang kepemimpinan dan berbagai persoalan kehidupan berbangsa dan  bernegara sampai dengan akhir pemerintahan Kabinet Indonesia Bersatu
II tanggal 20 Oktober 2014.

Setelah tidak lagi bertugas sebagai ajudan RI-2,  Kolonel Kav Muhammad Zamron mendapat tugas sebagai Komandan Korem 052/WKR Kodam Jaya, dengan wilayah tanggung jawab meliputi Jakarta Barat, Jakarta Utara danTanggerang Raya (Kabupaten, Kota dan Kota Tangsel) dengan segala dinamika kehidupan masyarakat yang menjadi barometer Indonesia.

Kepada kerinciindependent.id, Brigjen TNI Muhammad Zamroni menceritakan, dari posisi Danrem mengantarkan Kolonel Kav Muhammad Zamroni saat itu menjadi peserta PPRA LV Lemhannas RI tahun 2016.

Setelah Lemhannas, pria yang dikenal tegas dan humanis ini sempat menunggu jabatan selama lima bulan, hingga akhirnya dirinya mendapat jabatan sebagai Direktur
Pembinaan Teritorial Pusterad yang dijabat hanya dijabatnya selama 2 bulan.

Tahun 2017, Jenderal yang memiliki hobby tuoring ini ditugaskan sebagai Komandan Korps Siswa Seskoad yang menangani Dikreg LV Seskoad separuh jalan sampai dengan selesai dan menangani Dikreg LVI pada masa awal pembukaan pendidikan.

Karir jenderal asal Jambi ini terus meroket, pada tanggal 29 Januari 2018, ia dilantik sebagai Komandan KOREM 072/Pamungkas, Yogyakarta, satu satunya Korem di Jawa yang dijabat oleh Perwira Tinggi.

Untuk diketahui, Komandan Korem
072/Pamungkas Yogyakarta pernah dijabat oleh tokoh tokoh besar negeri ini seperti,  Jenderal Besar Soeharto, Presiden SBY, jenderal Joko Santoso.

Jabatan sebagai komandan KOREM 072/Pamungkas Yogyakarta diemban oleh Brigjen TNI Muhammad Zamroni selama kurang lebih dua tahun. Selanjutnya pada tanggal 4 Mei 2020, Brigjen TNI Muhammad Zamroni dilantik dan mendapat promosi jabatan baru sebagai Kasdam II/Sriwijaya hingga saat ini.

Editor : Lemy Yose

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here