Menuntut Pengembalian Dana Gempa Hingga Terselenggaranya Festival Danau Kerinci Pertama

0
397
H.Syahrudin Semat

Salah satu keputusan musyawarah nasional yang sangat penting adalah pengembalian dana bantuan gempa. Seperti kita ketahui, pada tahun 1995 di Kerinci dan wilayah sekitarnya terjadi gempa bumi dengan kekuatan 6,6 skala Richter.

Goncangan gempa ini telah meruntuhkan dan merusak berbagai bangunan dan fasilitas umum seperti rumah penduduk, gedung sekolah, perkantoran, mesjid, dan lain-lain. Kerugian material akibat gempa ini ditaksir puluhan bahkan ratusan milyar.

Monumen gempa Kerinci

Untuk meringankan beban masyarakat yang terkena musibah berbagai bantuan datang, baik berupa materi maupun dana. Menyangkut bantuan dana, sudah terkumpul sekitar Rp 2,4 milyar,- melalui Gubernur. Dana ini disimpan dan diamankan dalam Rekening Gubernur/KDH Tk.I Propinsi Jambi, Bapak Drs. Abdurrahman Sayuti.

Berbagai upaya untuk memperoleh dana tersebut telah dilakukan, baik oleh Pemda Kabupaten Kerinci maupun oleh masyarakat, termasuk demo mahasiswa. Namun demikian, Gubernur tetap belum mau mencairkannya.

H. Syahrudin menceritakan,Pada suatu hari, di tahun 2000, ketika dia sedang di kantor, telpon bordering. Setelah diangkat, terdengar suara yang tidak asing lagi di telinga Syahrudin yaitu suara Bapak dr. Nasrul Qadir, Ketua Tim Reformasi.

“ ketika itu saya langsung menanyakan kabar pak Dokter ,demikian juga Dokter Nasrul juga menyapa saya dengan sapaan yang sama,” ujar H. Syahrudin.

Saat itu Dokter Nasrul mengabari bahwa masyarakat sedang menuntut pengembalian dana bantuan gempa dari gubernur, berbagai usaha menurut Dokter Nasrul sudah dilakukan ,termasuk aksi demo mahasiswa di kantor Gubernur, namun belum membuahkan hasil.Saat itu juga H. Syahrudin memberikan saran kepada Dokter Nasrul Qadir.

. “Bentuk Tim, 6-7 anggota, sebagai wakil masyarakat Kincai. Bna surat kapado Gubernur, minta waktu untuk menghadap. Di pertemuan itulah dijlehkan sacaro baik-baik tentang uang gempo”. Ujar H. Syahrudin menyarankan .

Diterangkan oleh H.Syahrudin, Beberapa hari kemudian, ia mendapat kabar bahwa Gubernur bersedia menerima Tim. Pak Nasrul Qadir minta dia datang ke Jambi pada hari yang ditentukan, bukan untuk ikut Tim, tapi untuk menerima kabar langsung apa hasil pertemuan Tim dengan Gubernur. S

” Sayamenginap di Hotel Abadi. Pak Fauzi Siin, Bupati Kerinci, juga datang dan bertemu di hotel Abadi,” urainya

Sekitar pukul 14.00 wib, didapat kabar, pertemuan dengan Gubernur selesai dan berhasil. Tim menuju hotel Abadi untuk menyampaikan hasil pertemuan. Pak Fauzi Siin, dia dan beberapa orang lainnya, diantaranya ada Pak Fahmi Rizal, sudah menunggu di sebuah ruangan.

Dalam ruang pertemuan, Pak Nasrul melaporkan bahwa Gubernur bersedia mencairkan dana gempa. Gubernur minta agar Bupati Kerinci membuat rekening khusus gempa untuk menampung pencairan dana dari rekening Gubernur. Jumlahnya sekitar Rp 2,4 milyar,- Pertemuan selesai, ditutup dengan doa syukur. Besoknya Syahrudin kembali ke Jakarta. Seminggu kemudian, didapat berita bahwa dana gempa sudah masuk ke Rekening Bupati. Alhamdulillah.

MASYARAKAT PEDULI PARIWISATA

Ketika Prof. B.J. Habibie menjadi Presiden menggantikan Jenderal Suharto yang lengser, Bapak Drs. Marzuki Usman, MA diangkat sebagai Menteri Pariwisata. Salah satu gebrakan Pak Marzuki untuk mengembangkan pariwisata di seluruh wilayah Negara Republik Indonesia yang luas dan indah ini adalah dengan membentuk Masyarakat Peduli Pariwisata di setiap propinsi.

Baca Juga  Anggota Satgas TMMD, Jadi " Guru" PAUD Di Sungai Ning

Masing-masing propinsi memberi nama sendiri untuk organisasi dimaksud. Di Propinsi Jambi, umpamanya, dinamakan Masyarakat Peduli Sungai Batanghari – Society of Batanghari River, disingkat MPSB-SOBARI.

Pak Marzuki dan Wagub Bapak Hasip Kamaludin Syam sebagai Pembina, Ketua Umum Bapak E. Tauhid, dan Sekretaris Umum H.Syahrudin semat. Sebelum MPSB-SOBARI sudah ada organisasi masyarakat Jambi di Jakarta yaitu Badan Kordinasi Masyarakat Jambi (BKMJ) yang kemudian berobah menjadi Badan Musyawarah Keluarga Jambi, disingkat BMKJ.

Diceritakan,Suatu hari, Pengurus MPSB-SOBARI mengadakan rapat dengan Pak Marzuki Usman di Kantor Kementerian Pariwisata Jalan Merdeka Barat untuk melaporkan susunan Pengurus lengkap. Pada kesempatan itu Pak Marzuki menyampaikan bahwa organisasi Masyarakat Peduli yang sudah terbentuk di seluruh propinsi akan diresmikan oleh Presiden B.J. Habibie di Istana Negara Jakarta.

Pak Presiden sudah setuju. Untuk memeriahkan acara dimaksud, Pak Marzuki minta bantuan pengurus MPSB-SOBARI untuk mengisi acara dengan atraksi kesenian dan budaya daerah Propinsi Jambi. Pak Marzuki minta agar atraksi ini dipastikan hari ini, kemudian beliau meninggalkan ruang rapat untuk memberikan kesempatan.

Dalam rapat pengurus MPSB_SOBARI yang khusus membahas permintaan Pak Marzuki, tidak satu pun anggota pengurus yang berani memastikan kesanggupannya mengisi atraksi sebagaimana diinginkan.

Dalam suasana ketidakpastian itu, H.Syahrudin teringat bahwa Tim Kesenian Rebana Kerinci sedang berada di Subaraya dalam rangka mempromosikan seni budaya daerah. Saya langsung menghubungi  Fauzi Siin Bupati Kerinci yang memimpin rombongan.

H. Syahrudin menceritakan perihal permintaan pak Marzuki, dan Bupati langsung menyanggupinya

Disepakati,Sambil pulang ke Kerinci dengan bus Pemda, rombongan akan singgah di Jakarta untuk mengisi acara di Istana Negara tersebut.

Setelah memperoleh kepastian, Pengurus MPSB-SOBARI yang baru terbentuk langsung melaporkan kepada Pak Marzuki. Beliau sangat senang, lega dan bersyukur.

Tiga hari sebelum acara di Istana, rombongan tim seni budaya Kerinci dengan bus Pemda Kerinci tiba di Jakarta dan istirahat di Cibubur. Pak Fauzi dan Ibu sudah tiba lebih awal dengan pesawat udara dan menginap di hotel. Sorenya, Syahrudin mendampingi Ibu Fauzi bertemu dengan Pak Marzuki guna membicarakan acara di Istana.

Pak Marzuki menjelaskan secara rinci bagaimana susunan acara, siapa yang hadir, jam berapa dimulai, dsb. Untuk mempersiapkan acara di Istana Pak Menteri setuju untuk mengadakan semacam gladi bersih. Gladi bersih dilaksanakan di Ruang Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, pada malam sebelum acara di Istana.

Saat itu Syahrudin  ditunjuk sebagai ketua panitia dibantu beberapa pegawai Kementerian. Kesempatan ini ia manfaatkan untuk mengundang tokoh dan warga Kerinci, tokoh dan warga Jambi, pejabat Kementerian, serta simpatisan lain. Pak Fauzi serta Ibu juga hadir. Acara berjalan lancar dan semua undangan puas.

Esok harinya,  ruang utama Istana sudah dipadati oleh semua organisasi dan pengurus Masyarakat Peduli berbagai Propinsi yang akan diresmikan dan dilantik oleh Presiden. Tim kesenian Rebana Kerinci juga sudah siap. Tepat pukul 09.00 wib Pak Presiden diiringi Para Menteri dan pejabat Negara lain memasuki ruangan dan langsung duduk. Pembawa acara menyampaikan susunan acara. Pertama, laporan Menteri Pariwisata, Pak Marzuki Usman. Kedua, Peresmian Masyarakat Peduli Se-Indonesia diikuti Pelantikan Pengurusnya. Ketiga, Atraksi Kesenian Rebana dari Kabupaten Kerinci.

Baca Juga  Wisata Alam Hutan Bambu Desa Baru Semerah Semakin Diminati pengunjung

Pak Presiden beserta semua hadirin tidak beranjak sampai acara kesenian selesai. Semua tertegun dan memberi applaus. Alhamdulillah, misi budaya Kerinci berhasil.

FESTIVAL MASYARAKAT PEDULI DANAU KERINCI

Menindaklanjuti gagasan Pak Marzuki, langkah pertama yang dilakukan oleh MPSB-SOBARI adalah mengadakan diskusi tentang Perkembangan dan Masalah Ekonomi Propinsi Jambi dengan fokus Pembangunan Pariwisata. Diskusi diselenggarakan akhir tahun 1999 bertempat di Ruang Rapat Gubernur selama 1 hari penuh.

Setelah pembukaan oleh Gubernur Jambi Bapak Abdurrahman Sayuti, Syahrudin menyampaikan makalah pembuka yang berjudul Perkembangan dan Permasalahan Ekonomi Propinsi Jambi. Selanjutknya diisi oleh nara sumber dari Bappenas yaitu Prof. Dr. Ir. Herman Haeruman, Deputi Bidang Regional I; Prof. Dr. Ir. Hidayat Syarief, Deputi Bidang Sosial Budaya; Prof. Dr. Gunawan Sumodiningrat, Staf Ahli Meneg.PPN.

Pada hari berikutnya, diskusi difokuskan pada pembahasan paket wisata di setiap kabupaten, Salah satu gagasan yang muncul dalam diskusi adalah penyelenggaraan Festifal Sungai Batanghari dan Festifal Danau Kerinci. Diskusi ditutup pada hari kedua pukul 17.00 wib.

Pada hari ketiga diadakan peninjauan ke lapangan. Dalam kaitan itu, satu tim yang terdiri dari para pengusaha mengunjungi Kabupaten Kerinci, satu tim lagi meninjau sungai Batanghari dan pelabuhan Muara Sabak.

Untuk merealisasikan gagasan Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci, pada suatu malam, kalau sekitar awal 1999, Syahrudin  dan Bapak Syofyan Huri diundang ke rumah dinas Bupati di Kumun. Hadir pula seorang konsultan Bank Dunia yang bertugas di Taman Nasional Kerinci Seblat dan saudara Arpensa seorang pejabat Kabupaten.

Pada pertemuan malam itu, Pak Fauzi menyampaikan bahwa Festifal Masyarakat Peduli Danau Kerinci akan diselenggarakan dalam waktu dekat. Dana sudah disediakan sebesar Rp 400.000.000,-. Fauzi Siin langsung minta Syahrudin sebagai Ketua Panitia.

Namun Karena ia masif aktif sebagai pegawai/pejabat di Kantor Menteri Negara PPN, dan harus segera kembali ke Jakarta, Syahrudin mengusulkan agar dibentuk saja Panitia yang anggota-anggotanya terdiri atas pegawai/pejabat yang menangani masalah pariwisata. Pak Fauzi cukup bijak dan menerima usul Syahrudin.

Festifal Masyarakat Peduli Danau Kerinci I diselenggarakan pada bulan Nopember 1999. Pada acara ini ditampilkan berbagai kekayaan seni budaya dan kuliner masyarakat Kerinci. Festival pertama ini dihadiri oleh para pejabat pemerintah dan swasta dari Jakarta, propinsi Jambi dan Sumatera Barat, kabupaten sekitar, warga Kerinci luar daerah, serta tamu-tamu warga Kerinci dari Malaysia.

Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci sudah menjadi even tahunan dengan tujuan untuk menggaungkan Kerinci sebagai destinasi wisata nasional dan internasional. Pada tahun ini , Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Kota Sungaipenuh akan menyelenggarakan Festival yang ke-22…………bersambung

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here