Pakar Geologi UGM Ungkap Tipe Erupsi Gunung Kerinci

0
563
Erupsi Freatik pada Gunung Api

KERINCIINDEPENDENT.COM- Hari ini Rabu (31/7) Gunung Kerinci,kembali mengalami erupsi. Asap tebal membumbung tinggi keluar dari kawah Gunung Kerinci dengan ketinggian sekitar 800 meter.

Erupsi gunung Kerinci terjadi sekira pukul 12.48 Wib menimbulkan abu vulkanis hitam pekat dan merupakan erupsi yang kesekian kalinya terjadi, namun dengan intensitas erupsi yang tidak begitu tinggi.

Pakar Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Akmaluddin Thalib yang juga putra Kerinci menjelaskan, erupsi yang sering terjadi pada Gunung Kerinci merupakan erupsi Freatik bukan erupsi Explosive, erupsi ini merupakan ciri Gunung Kerinci.

Dijelaskannya, Letusan gunung Kerinci yang terjadi saat ini adalah letusan Freatik, yaitu letusan akibat magma kontak dengan air, tekanan uap ini kemudian menjadi letusan kecil yang mengeluarkan abu volkanik. Beda dengan letusan ekplosif akibat tekanan gas yang terdesak dan tertahan di kawah, sehingga letusannya merusak tubuh gunung tersebut, dampaknya tentu lebih bahaya ke orang sekitar.

Baca Juga  Menikmati Kuliner Bercita Rasa Tinggi Sambil Beramal Di NAVY’S GARDEN Cafe Bernuansa Navy Di Kota Jambi

” inilah salah satu ciri Gunung Kerinci, letusannya kecil kecil ” terang Akmaludin.

Lantas, seberapa bahayakah letusan freatik Gunung Kerinci ? Menurut Akmaluddin, erupsi Freatik tidak begitu bahaya jika tidak kontak langsung dengan abu yang dikeluarkan. Justru sebutnya, abu ini merupakan berkah, karna abu volkanik adalah pupuk yang sangat menyuburkan tanaman.

” Saat adanya hujan abu, hindari masuk mata, karna abu volkanik isinya adalah gelas gelas silika yang sangat tajam walau tidak nampak oleh mata ” tutup pakar Geologi UGM ini.

Reporter : lemy yose

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here