Perangkat Desa Wajib Ngantor 37 Jam Dalam Seminggu, Ini Komentar Ketua PPDI Kerinci

0
554
Aswardi

 

Kerinci– Semenjak dilantiknya kepala desa, Perangkat Desa saat ini terus mendapatkan sorotan dari masyarakat, bahkan tidak sedikit awak media yang memberitakan berita bertajuk seputaran perangkat desa di Kerinci.

Setidaknya isu tentang terdapatnya perangkat desa yang berstatus sebagai tenaga honorer, penyelenggara pemilu dan pekerjaan tetap lainnya di tengah tuntutan perangkat desa harus berada di kantor selama 37 jam dalam seminggu, akhir-akhir ini terus menjadi topik hangat di tengah masyarakat.

Terkait hal ini, Ketua Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Kerinci, Aswardi sepakati aturan yang mewajibkan perangkat desa harus berada di kantor selama 37 jam dalam seminggu, hal ini mengikuti aturan yang telah diatur dalam sistem perundangan yang berlaku di Indonesia.

Baca Juga  Bupati Kerinci Adirozal Jadi Irup HUT RI Ke-74

“37 jam itu dari Senin sampai Jumat.
Ngantor itu kewajiban bagi perangkat desa, diatur mulai dari UU nomor 6 tahun 2014, peraturan pemerintah, permendagri, perda hingga perbup,” jelasnya saat dihubungi melalui mesengger, (13/3/20).

Meskipun demikian, Aswardi mengharapkan agar kesejahteraan perangkat desa diperhatikan, mengingat tuntutan yang harus diemban oleh staf desa yaitu harus berada di kantor selama 37 jam membuat perangkat desa sulit untuk mendapatkan penghasilan lain selain penghasilan tetap dari perangkat desa.

“Kalau memang harus 37 jam perminggu, Siltap Perangkat Desa agar dicairkan setiap bulan. Kalau tidak, perangkat desa makan apa? Ngantor setiap hari, tapi gaji enam bulan sekali,” Tegasnya.

Dilangsir dari TribunJambi.com Sebelumya Bupati Kerinci ditanya jika ada perangkat desa yang menjadi petugas atau penyelenggara Pilkada. Adirozal mengatakan, dirinya tidak melarang.

Baca Juga  Banjir Terjang Muara Hemat, Camat : Lalu lintas Terganggu Namun Kenderaan Bisa Lewat

“Namun apabila perangkat desa mempunyai kerja lain, apakah mereka bisa berkantor selama 6 jam sehari. Nanti akan kita lakukan pengecekan dan penertiban,” pungkasnya.

Reporter : Tim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here