Perjuangan Menjadikan Putra Daerah Sebagai Bupati Kerinci, Akhirnya H.Fausi Siin Terpilih Sebagai Bupati Kerinci 1999-2004

0
502

 

” Tahap yang sangat menegangkan yaitu pembukaan kotak suara dan penghitungan surat suara. Kotak suara yang berisi 27 surat suara dibuka dan dibacakan satu per satu. Sampai surat suara yang ke-26, perolehan suara masih berimbang. Letkol (Purn) Fauzi Siin mendapat 13 suara dan Drs. Saaduddin memperoleh 13 suara. Tinggal satu surat suara dalam kotak suara. Surat suara yang satu inilah yang menentukan, siapa Bupati/KDH Tk.II Kabupaten Kerinci periode 1999-2004″

Kesepakatan yang dihasilkan melalui Musyawarah Nasional yang sudah dilaksanakan harus disampaikan kepada wakil rakyat yaitu DPRD agar dipertimbangkan dan diputuskan dengan sungguh-sungguh. Untuk menyampaikan hasil dimaksud kepada DPRD timbul masalah yang cukup serius. Seluruh anggota DPRD tidak satupun yang masuk kantor. Berbagai sarana komunikasi digunakan untuk menghubungi Ketua dan Wakil Ketua DPRD. Namun semuanya gagal total, tidak ada jawaban. Hal ini disebabkan Kantor DPRD, kantor dan rumah Bupati sudah dikepung oleh mahasiswa dan masyarakat.

H. Fauzi Siin Bupati Kerinci periode 1999-2004,

Guna mencari jalan keluar terhadap kendala ini, pada suatu malam di rumah Ketua Tim Reformasi diadakan pertemuan yang dihadiri oleh wakil-wakil berbagai elemen peserta musyawarah. Pertemuan ini khusus membahas cara untuk menghubungi pimpinan DPRD agar mengadakan Rapat Paripurna karena masyarakat Kerinci ingin menyampaikan hasil-hasil musyawarah. Sambil menghubungi Ketua dan wakil Ketua DPRD, diskusi terus berlangsung. Banyak saran dan usul, tetapi sampai larut malam belum ada cara yang efektif.

Dalam situasi kebuntuan tersebut, saya mencoba memberikan pandangan. “Sangatlah wajar dan logis bilamana pimpinan dan anggota DPRD tidak berani masuk kantor. Sebagai manusia biasa, mereka tentu merasa khawatir akan keselamatan dirinya akibat situasi keamanan dan ketertiban yang tidak kondusif. Karena itu, kita harus minta bantuan aparat keamanan dan ketertiban untuk menghubungi pimpinan Dewan”. Semua peserta rapat setuju. Saat itu juga, ditunjuklah 2 orang peserta rapat yaitu Bapak Drs. Damrat Yusuf dan Bapak Drs. Yatim Hamid sebagai utusan untuk menemui Komandan Kodim (Dandim) dan Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Kabupaten Kerinci. Tugasnya, minta bantuan (1) untuk menghubungi pimpinan DPRD, (2) agar DPRD mengadakan Sidang Paripurna, (3) menjaga keselamatan pimpinan/anggota DPRD, dan (4) memelihara keamanan dan ketertiban menjelang, selama, dan pasca Sidang Paripurna.

Alhamdulillah, Dandim dan Kapolres menyambut positif upaya ini. Dandim dan Kapolres langsung menghubungi pimpinan DPRD saat itu juga yang memberitahu bahwa masyarakat Kerinci akan menyampaikan hasil musyawarah. Kedua utusan diminta menunggu. Tidak lama kemudian diperoleh jawaban bahwa Sidang Pleno DPRD akan dilaksanakan pada tanggal 4 September 1998 di Ruang Rapat DPRD. Setelah mendapat berita tersebut, kedua utusan kembali ke tempat rapat untuk menyampaikan berita baik yang sudah mereka terima. Setelah mendapat kabar dari kedua utusan, semua peserta rapat yang masih sabar menunggu merasa lega dan bersyukur. Semua peserta rapat diminta hadir pada waktu yang ditentukan. Rapat selesai.

Baca Juga  Hanya Tinggal Pembuatan Marka, Persiapan Jalan Tour de Singkarak Etape 7 tuntas

SIDANG PLENO DPRD KABUPATEN KERINCI

Sidang Pleno DPRD Kabupaten Kerinci khusus diselenggarakan untuk mengakomodasi permintaan peserta musyawarah nasional. Acaranya : (1) dari pihak peserta musyawarah, menyampaikan hasil musyawarah nasional masyarakat Kerinci dan (2) dari pihak DPRD, mendengar dan menampung aspirasi masyarakat Kerinci untuk dipertimbangkan.

Sekitar pukul 08.00 wib pimpinan anggota DPRD dan wakil-wakil masyarakat Kerinci sudah mengisi dan memenuhi ruang sidang DPRD. Di luar gedung pun dipenuhi anggota masyarakat termasuk mahasiswa. Aparat keamanan dan ketertiban sudah siap dan berjaga-jaga di dalam, di luar dan di sekitar gedung agar sidang dapat berlangsung dengan aman, lancar dan tenang. Sekitar pukul 09.00 wib, sidang dimulai. Setelah Ketua DPRD membuka sidang serta memberikan sambutan sebagai pengantar sidang, peserta musyawarah masyarakat Kerinci diberi waktu untuk menyampaikan hasil musyawarah.

Penyampaian 10 (sepuluh) hasil musyawarah dilakukan dengan membaca satu persatu diikuti uraian dan penjelasannya. Yang membaca adalah Bapak Letkol (Purn) Drs. Fahmi Muhtar (wakil HKK Bandung/Jawa Barat), sementara yang memberi penjelasan adalah Bapak Laksma (Purn) Syofyan Huri, SH, Ngabi. Setelah kesepuluh hasil dibacakan dan dijelaskan, pimpinan DPRD menyampaikan tanggapan. Dalam tanggapannya, pimpinan DPRD menyatakan terima kasih dan akan segera mengadakan rapat pleno DPRD guna membahas kesepuluh aspirasi masyarakat sebagaimana disampaikan. Hasil sidang pleno DPRD akan disampaikan secepat mungkin. Rapat selesai dan ditutup.

JADWAL PEMILIHAN BUPATI 1999-2004

Setelah menerima Hasil Musyawarah Masyarakat Kerinci, Pimpinan DPRD mengadakan rapat-rapat yang menghasilkan beberapa keputusan penting berkaitan dengan pemilihan Bupati/Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Kerinci. Pertama, menerima, menghargai, dan akan berusaha melaksanakan Hasil Musyawarah Masyarakat Kerinci. Kedua, DPRD membatalkan penetapan Letkol (Purn) Imam Santoso sebagai Bupati/Kepala Daerah Kabupaten Kerinci masa jabatan 1999-2004. Ketiga, DPRD akan melaksanakan pemilihan Bupati/Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Kerinci periode 1999-2004 secara demokratis. Keempat, menetapkan jadwal waktu dan urutan kegiatan pemilihan Bupati/Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Kerinci periode 1999-2004. Keputusan tersebut disampaikan kepada Wakil Masyarakat dan instansi terkait untuk diketahui dan dipedomani.

Sebagai tindak lanjut dari Keputusan diatas, DPRD mengumumkan bahwa pemilihan Bupati/Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Kerinci periode 1999-2004 akan diselenggarakan antara tanggal 4-25 September 1998. Adapun urutan kegiatannya adalah sebagai berikut : (1) penjaringan dan pengusulan calon oleh masyarakat, (2) seleksi administratif terhadap calon, (3) paparan visi misi dan program, (4) pemilihan oleh anggota DPRD, dan (5) pelantikan Bupati/KDH Tk.II Kabupaten Kerinci.

PEMILIHAN BUPATI SECARA DEMOKRATIS

Pada tahap penjaringan dan pengusulan, antara 4-25 September 1998, terdaftar 6 (enam) nama yang menjadi kandidat, yaitu (1) Letkol (Purn) Fauzi Siin, (2) Drs. Sa’adudin, (3) Drs. Syarifuddin, (4) Syamsir Karim, (5) Kol (Purn) Imam Santoso, dan (6) Dr. Firwan Tan SE, Mec,Dca Ing. Setelah diadakan seleksi oleh DPRD, Dr. Firwan Tan tidak lulus. Lima nama calon yang lulus disampaikan kepada Menteri Dalam Negeri untuk mendapat persetujuan. Hasilnya tinggal 3 (tiga) nama yaitu Letkol (Purn) Fauzi Siin, Drs. Sa’adudin, dan Drs. Syarifuddin.

Baca Juga  Anggota Satgas Bantu Petani Kayu Manis

Tahap berikutnya adalah penyampaian atau paparan misi, misi, dan program di depan Tim yang sudah dibentuk, serta terbuka untuk umum. Tahapan ini cukup menentukan, karena calon akan didengar dan diuji sejauh mana penguasaannya terhadap masalah masyarakat dan daerah Kerinci, dan apa solusi untuk menyelesaikannya. Setelah melalui tahap ketiga, tinggal 2 (dua) nama yang berhasil maju ke tahap berikutnya yaitu Letkol (Purn) Fauzi Siin dan Drs. Saaduddin. Letkol (Purn) Imam Santoso gagal karena makalah dan paparannya dinilai tidak memenuhi harapan.

Selanjutnya adalah pemilihan oleh anggota DPRD. Ini adalah tahapan yang paling menegangkan dan menentukan. Pemilihan dilakukan pada tanggal 27 Januari 1999 dalam ruang sidang DPRD dan disaksikan oleh masyarakat. Pada acara ini hadir wakil-wakil masyarakat Kerinci, wakil-wakil Tim Reformasi, wakil-wakil Partai Politik, dan pejabat pemerintah. Saya sendiri turut menyaksikan dari awal sampai akhir acara. Dua nama sebaimana disebutkan di atas dipilih oleh 47 (empat puluh tujuh) anggota DPRD secara bebas dan rahasia. Setiap anggota DPRD menuliskan satu pilihannya pada selembar kertas (surat suara) yang kemudian dimasukkan ke dalam sebuah kotak tertutup.

Setelah seluruh anggota DPRD selesai menuliskan pilihannya dan memasukkannya ke dalam kotak suara, sampailah pada tahap yang sangat menegangkan yaitu pembukaan kotak suara dan penghitungan surat suara. Kotak suara yang berisi 27 surat suara dibuka dan dibacakan satu per satu. Sampai surat suara yang ke-26, perolehan suara masih berimbang. Letkol (Purn) Fauzi Siin mendapat 13 suara dan Drs. Saaduddin memperoleh 13 suara. Tinggal satu surat suara dalam kotak suara. Surat suara yang satu inilah yang menentukan, siapa Bupati/KDH Tk.II Kabupaten Kerinci periode 1999-2004. Saat surat suara ini akan dibuka dan dibacakan, ruang sidang hening sejenak. Setelah dibuka, petugas yang membaca menyebutkan nama Fauzi Siin, seketika itu pula ruangan menjadi ramai sambil mengucapkan syukur Alhamdulillah. Bupati terpilih dilantik oleh Gubernur Propinsi Jambi, Drs. Abdurrahman Sayuti atas nama Menteri Dalam Negeri pada tanggal 3 Maret 1999. Dengan dilantiknya Bupati Kerinci hasil gerakan reformasi, seluruh rakyat Kerinci bersukaria. Berbagai kegiatan sebagai ungkapan rasa syukur dilaksanakan….Bersambung !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here