Perjuangan Menjadikan Putra Daerah Sebagai Bupati Kerinci, Syahrudin : HKK Pilar Gerakan Reformasi Sakti Alam Kerinci

0
475

 

KERINCI– Dengan akan berakhirnya masa jabatan Bupati/Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Kerinci periode 1994-1999, pencalonan untuk masa jabatan 1999-2004 menjadi isu dan agenda utama gerakan rakyat. Ini adalah kesempatan yang tepat dan terbaik untuk mempromosikan putra daerah menjadi pimpinan sekaligus menunjukkan bahwa banyak putra daerah Kerinci yang mampu memimpin Kerinci.

Pada tanggal 25 Mei 1998, sekitar 100 orang mahasiswa Kerinci dari Jambi dan Padang, didukung masyarakat, mengadakan aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kabupaten Kerinci. Masyarakat Kerinci telah sepakat dan bulat kata bahwa mulai periode 1999-2004, Bupati/Kepala Daerah Tingkat II Kabupaten Kerinci haruslah putra daerah.

Mendengar perkembangan ini, Danrem Garuda Putih Jambi berkunjung ke Kerinci. Dalam pertemuan dengan tokoh masyarakat Kerinci pada tanggal 31 Mei 1998, di gedung nasional Sungaipenuh, Danrem Garuda Putih Jambi memperkenalkan Letkol (Purn) Imam Santoso sebagai “calon tunggal” Bupati Kerinci periode 1999-2004. Rakyat Kerinci menolak calon yang diusulkan tersebut karena masyarakat Kerinci sudah sejak lama ingin mencalonkan Letkol (Purn) H. Fauzi Siin sebagai Bupati Kerinci.

Pada saat itu Pak Fauzi Siin, selain menjabat Kepada Dinas di Pemda Kabupaten Bogor, juga adalah Penasehat Himpunan Keluarga Kerinci Jakarta dan Sekitarnya (HKK-JS).

Alvenstony , tokoh HKKN salah seorang aktivis muda pejuang reformasi Kerincj

Dalam upaya memperluas dukungan masyarakat Kerinci di luar daerah, Bapak Nasrul Qadir dan Saudara Alven Stony ( tokoh HKKN) datang ke Jakarta dan Bogor. Di Jakarta dan Bogor diadakan berbagai pertemuan yang dihadiri oleh wakil-wakil masyarakat DKI Jakarta Raya dan Jawa Barat. Selain itu, mereka juga menemui Bapak Amin Rais dan Bapak Buyung Nasution. Dengan membawa surat dari kedua tokoh reformasi itu, Tim menemui dan berhasil meyakinkan Menteri Dalam Negeri, Bapak Syarwan Hamid, tentang pencalonan Pak Fauzi Siin.

Sehubungan dengan hal itu, pada tanggal 25 Juni 1998, Lembaga Kerapatan Adat Alam Kerinci (LKAAK) mengadakan pertemuan di Gedung Nasional Sungaipenuh. Pertemuan ini mendukung tuntutan mahasiswa dan masyarakat yang menghendaki agar Bupati periode berikutnya adalah putra daerah terbaik. Tanggal 26 Juni 1998, hasil pertemuan disampaikan kepada pimpinan DPRD dan mendapat dukungan.

Untuk menindaklanjuti keputusan tersebut, LKAAK dan DPRD membentuk Tim Kerja Gerakan Reformasi Sakti Alam Kerinci dengan susunan organisasi sebagai berikut. Tim Penasehat terdiri atas Drs. Thaher Ahmad, H. Burhan Ilyas, Depati H. Miftah Yunus, H. Zakaria Angku Mudo, H. Darwis Alqaimi, H. Dasiba, Depati KH. Wali Ahmad. Untuk melaksanakan keputusan dibentuk Tim Pelaksana Gerakan Reformasi Sakti Alam Kerinci yang diketuai oleh Depati dr. Nasrul Qadir dan wakil ketua H. Sutan Kari BA, Drs. H. Daraqtuni Dahlan, dan H. Nasrul Madin.

Baca Juga  PASI Kerinci Adakan Lomba Lari 10 K, Ini Tempat Pendaftaran Dan Jadwalnya, Dihadiri Sandiaga Uno Lho !!

Di Jakarta, gerakan untuk mencalonkan putra daerah sebagai Bupati Kerinci periode 1999-2004 terus bergulir. Rencana pertemuan dengan Bapak Bambang Soekowinarno beberapa kali tertunda tanpa alasan yang jelas. Kesempatan bertemu akhirnya terwujud pada acara di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang diisi oleh Tim Kesenian Kerinci. Pengurus dan anggota HKK-JS membantu langsung semua persiapan dan pelaksanaan acara. Yang hadir, selain warga Kerinci dan masyarakat umum, ada pejabat pemerintah dan wakil kedutaan negara sahabat. Pada kata penutup, saya menyampaikan bahwa semua wakil Negara sahabat yang saya tanya menyatakan bahwa acara tersebut sangat mengesankan, mereka puas dan senang. Kesuksesan ini tentu berkat adanya kerjasama antara Pemda Kerinci dan HKK-JS.

Dalam satu pertemuan di Bogor antara Tim Pelaksana Gerakan Reformasi Kerinci dengan wakil HKK Sumbar, wakil HKK Jambi, wakil HKK-JS, dan wakil HKK Bandung/Jabar, pencalonan Letkol (Purn) Fauzi Siin semakin mengristal. Tekad dan semangat Masyarakat Kerinci sudah kuat dan padu. Bak kata pepatah Kerinci “lah bulek aye dalon pambulouh, lah bulek kato dalon mufakat; Ka ile sarntak satang, ka mudeik sarntak dayung; kok nyuhok samo marayak, kok malumpak samo patah”.

PENUNJUKAN BUPATI OLEH PENGUASA

Pemilihan Bupati/KDH Tingkat II Kabupaten Kerinci periode 1999-2004 secara demokratis seharusnya diawali dengan proses pencalonan melalui penampungan aspirasi masyarakat. Tetapi dalam prakteknya, sisa budaya Orba belum lenyap seluruhnya. Cara-cara pemaksaan terselubung oleh penguasa petahana, yang waktu itu adalah Kol. (Purn) Bambang Soekowinarno masih saja berlangsung. DPRD yang memiliki otoritas, independensi dan legitimasi yuridis untuk memilih dan menentukan pimpinan daerah dengan mudahnya disetir sesuai dengan keinginan penguasa petahana.

DIiceritakan oleh Syahrudin Semat, Seluruh upaya keras yang telah dilakukan oleh Tim Kerja Gerakan Reformasi dalam menampung, menyalurkan, dan memperjuangkan aspirasi masyarakat Kerinci kandas seketika.

“Pada saat saya sedang menyiapkan laporan untuk Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, instansi tempat saya mengabdi, telpon berdering. “Wo, Letkol. (Purn) Imam Santoso lah ditunjuk dan ditetapkan oleh DPRD menjadi Bupati Kerinci. Manen Wo, apo yang harus kito lakukan”. Saya kenal betul, itu suara Pak dr. Nasrul Kadir, ketua Tim Reformasi yang sudah mati-matian memperjuangkan agar Bupati Kerinci menjadi milik putra daerah.,” Terang Syahrudin.

Baca Juga  Ketum HKKN/BMKJ Brigjen Syafril Nursal Gelar Buka bersama Dengan Masyarakat Kerinci & Jambi Jabodetabek

Sejenak tokoh perantau Kerinci inj tertegun, langkah apa lagi yang harus diambil. Di Kerinci keadaan sudah sangat kritis. Demo masyarakat dan mahasiswa di kantor DPRD dan Bupati berlangsung setiap hari. Situasi dan kondisi chaos demikian tidak boleh dibiarkan. Tidak ada jalan lain, seluruh kekuatan masyarakat Kerinci dimanapun berada harus dipadukan dan dikerahkan untuk memberi dukungan politik kepada rakyat Kerinci.

“Undang seluruh warga Kincai di luar daerah. Kito adokan Musyawarah Nasional di Kincai”. Itulah jawaban spontan saya kepada Pak dr. Nasrul Kadir waktu itu.

MUSYAWARAH NASIONAL MASYARAKAT KERINCI

Sekira pada bulan Juli 1998, Syahrudin menerima sebuah undangan dari Tim Kerja Gerakan Reformasi untuk menghadiri Musyawarah Nasional Masyarakat Kerinci yang akan diselenggarakan di Sungaipenuh. Di dalam undangan disebutkan bahwa acara akan diadakan pada tanggal 8 Agustus 1998, tempat Gedung Nasional Kota Sungaipenuh. Acaranya adalah (1) memadukan kekuatan politik seluruh masyarakat Kerinci, (2) menghimpun pandangan, pemikiran, saran, dan langkah-langkah untuk mendukung perjuangan rakyat Kerinci, dan (3) mendesak DPRD untuk mengadakan perobahan mendasar dalam sistem penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan, termasuk pemilihan Bupati/Kepala Daerah Tk.II Kerinci.

Pada waktu dan tempat yang sudah ditentukan, tidak kurang dari 1.000 orang peserta menghadiri acara Musyawarah. Gedung Nasional tempat penyelenggaraan penuh sesak bahkan melimpah ke luar gedung. Seluruh komponen masyarakat yang terdiri atas kaum adat, cerdik pandai, pemuda dan mahasiswa, para sesepuh, dan lain-lain berbaur dalam perhelatan politis bersejarah yang mungkin untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kerinci.

Dalam acara tersebut, semua komponen diberi kesempatan untuk berbicara. Setiap komponen diwakili seorang pembicara. Musyawarah Nasional ini menghasilkan 10 (sepuluh) butir kesepakatan penting. Empat dari sepuluh kesepakatan dimaksud adalah : (1) Menuntut agar DPRD membatalkan penetapan Letkol (Purn) Imam Santoso sebagai Bupati Kerinci periode 1999-2004; (2) Menuntut agar DPRD mengadakan pemilihan Bupati/KDH Tk.II Kerinci 1999-2004 secara demokratis; (3) Menuntut agar Gubernur/KDH Tk.I Propinsi Jambi mengembalikan dana gempa 1995 kepada masyarakat Kerinci; (4) Meminta aparat hukum dan keamanan untuk menjamin agar pemilihan Bupati/Kepala Daerah Kabupaten Kerinci periode 1999-2004 berlangsung jujur, adil, demokratis, aman dan tertib……..Bersambung

Editor : lemy yose

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here