Ramli Taha Akan Gugat SAH Dan Gerindra Pusat

0
458
Bacagub Jambi Ramli Taha dan Ketua DPD Gerindra Prov Jambi Sutan Adil Hendra

JAMBI– Bacagub Jambi Ramli Taha yang juga pengacara kondang Provinsi Jambi bersama tim pemenangannya tetap akan membawa persoalan dana survey Gerindra untuk proses penjaringan bacagub Jambi ke ranah hukum.

” Kita akan segera daftarkan gugatan  kita setelah menunggu situasi di tengah masyarakat kita tenang lantaran Corona, mudah mudahan dalam Ramadhan kita ke Polda,” ujar Fesdiamon Sekretaris tim pemenangan Ramli Taha

Fesdiamon mengatakan,  pihaknya menganggap lembaga survei yang digunakan Gerindra melakukan survei kandidat tidak memiliki legitimasi yang jelas.

Selain itu, pihaknya juga minta pertanggungjawaban penggunaan anggaran survei yang sudah disetor oleh Ramli Taha bersama tim sebesar Rp 50 juta.

” Yang kita gugat itu adalah pertanggung jawaban dana survey dan legitimasi survey itu sendiri yang kami anggap tidak jelas,” kata dia

Tidak main-mwin Fesdiamon yang mendapat mandat dari Ramli Taha untuk menjawab konfirmasi kerinciindependent.com juga menyebutkan, untuk menghadapi gugatan ini pihaknya sudah menggandeng sebelas pengacara.

Sementara itu ketua DPD Gerindra Provinsi Jambi Sutan Adil Hendra (SAH) dihubungi via WhatsApp meminta kerinciindependent.com menghubungi ketua tim penjaringan lantaran ia sedang konsentrasi penanganan Covid-19, lantaran ia sedang sibuk penanganan Civid-19.

” Maaf abang lagi konsentrasi dalam penanganan covid 19 corona, untuk hal tersebut silakan hubungi ketua tim penjaringan,” jawabnya.

Ketua tim penjaringan Bacagub DPD Gerindra Provinsi Jambi Noviardi dihubungi via WhatsApp mengatakan, sebenarnya pihaknya telah mengirimkan surat klarifikasi penjelasan tentang keberatan dari bacagub Ramli Taha dengan isinya sebagai berikut :

Klarifikasi Tim Penjaringan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi.

Menyikapi berbagai pemberitaan media yang menyangkut proses pendaftaran dan penjaringan bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur Provinsi Jambi, maka dapat kami sampaikan klarifikasi sebagai berikut ;

Pada prinsipnya tim penjaringan DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi tidak mengenal tim pemenangan H. Ramli Taha, karena yang mendaftar itu bakal calon dalam hal ini adalah H. Ramli Taha bukan timnya.

Adapun persoalan yang menjadi keberatan yang disampaikan pihak yang mengatasnamakan tim Ramli Taha dapat kami jelaskan sebagai berikut : 

1. Proses pendaftaran bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur di partai Gerindra, dilaksanakan sepenuhnya oleh Tim Penjaringan sehingga segala urusan komunikasi, koordinasi serta pelaksanaan seluruh rangkaian proses penjaringan dilakukan oleh tim penjaringan bukan kepada ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Jambi yang dalam hal ini bapak Ir. H. A.R Sutan Adil Hendra, MM.

2. Dalam mengikuti proses Pendaftaran dan penjaringan, bakal calon melakukan secara sukarela tanpa paksaan, demikian jg dengan pelaksanaan survei internal, tim penjaringan Gerindra tidak pernah memaksa bakal calon untuk ikut serta dalam survei internal (sukarela).

3. Mengenai surat yang disampaikan pihak yang mengatasnamakan tim Ramli Taha, SH, MH kami selaku tim penjaringan telah mencoba berkomunikasi langsung via telp dan WA serta surat undangan resmi kepada bakal calon Gubernur H. Ramli Taha untuk hadir di DPD Partai Gerindra, namun yang bersangkutan tidak hadir.

4. Masalah lembaga survei yang dipersoalkan, dapat kami jelaskan ini merupakan proses internal partai berdasarkan AD / ART dan Peraturan Organisasi partai dan tim penjaringan tidak pernah menjanjikan pada setiap bakal calon survei memakai lembaga survei apa.

5. Masalah besaran dana sumbangan survei merupakan kesepakatan, berdasarkan jumlah dan proporsionalitas anggaran yang dibutuhkan, dan disetujui untuk ditanggung secara bersama oleh calon yang mendaftar.

6. Dapat kami sampaikan yang mendaftar dan disurvei bukan hanya pak Ramli Taha, tetapi ada 8 orang bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur yang mendaftar di Gerindra, dan semuanya tidak pernah melakukan protes, dan tetap patuh mengikuti mekanisme dan tahapan.

7. Sejauh ini proses penjaringan masih bergulir dan sepenuhnya masih ranah tim penjaringan dan keputusan sepenuhnya menjadi ranah DPP partai Gerindra di Jakarta.

8. Selanjutnya hasil penjaringan terhadap delapan (8) orang bakal calon Gubernur dan wakil Gubernur telah di teruskan ke DPP dengan nomor : JI/03 – 1006/A/DPD – GERINDRA/2020 tentang usulan bakal calon Gubernur dan wakil gubernur telah disampaikan ke DPP Partai Gerindra di Jakarta untuk mengikuti proses selanjutnya.

Demikian klarifikasi ini kami sampaikan, untuk dapat dipahami semua pihak.

Meski Sudah Ada Klarifikasi, Tim  Pemenangan RT Tetap Akan Gugat SAH &:Gerindra

Baca Juga  Hari ini , Etape Pertama TDS Dimulai Dari Pantai Gondoriah

Dikutip tabuhnews.com media partner kerinciindependent.com Meskipun tim penjaringan DPD Gerindra Provinsi Jambi sudah merilis klarifikasi di sejumlah media online dan telah mengirim surat langsung ke Ramli Taha.

Namun, Tim Ramli Taha tetap akan melanjutkan persoalan ini ke ranah hukum. Pasalnya surat dan klarifikasi tersebut tidak ditujukan untuk tim pemenangan Ramli Taha dan dianggap tidak menjawab surat yang telah dilayangkan oleh tim tersebut.

“Mengenai klarifikasi tim penjaringan, ya itu sah-sah saja mereka klarifikasi ya kan. Yang jelas kita sudah mengirim surat ke tim penjaringan dan kita tidak mendapatkan balasan. Adapun surat yang mereka layangkan kepada Ramli Taha, bukan kepada tim pemenangan dan juga tidak menjawab surat-surat yang telah kami layangkan,” ujar Fesdiamon saat dihubungi melalui telepon, Senin (20/4/20).

Baca Juga  Satgas TMMD Bersama Masyarakat Desa Sungai Ning, Bersihkan Lumpur Dari Jalan

Fesdiamon yang saat ini adalah sekretaris tim pemenangan Ramli Taha, merasa lucu apabila tim penjaringan tidak mengakui tim Ramli Taha. Pasalnya dulu waktu menyerahkan uang senilai Rp 50 juta, tim penjaringan mengakui mereka.

“50 juta itu menghantarkan saya sendiri bersama ketua tim, Raflis. Kalo mereka tidak mengakui tim, mengapa waktu terima uang kami diakui?. Sekarang sudah bermasalah idak ngaku, itukan lucu. Mereka nantik berurusan dengan penyidik sajalah,” tegasnya

Ketika ditanya apakah ada  gugatan lain selain selain Masalah biaya survey dan legitimasi survey yang jadi point gugatan, Fediamon menjawab bahwa saat ini pihaknya masih fokus ke persoalan survey.

” Saat ini kita fokus ke persoalan dana survey dulu,” pungkasnya.

 

Editor : Lemy yose

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here