Soal Pengalihan Aset dan Kasus Bukit Tengah, Ini Kata Ketum HKKN

0
442
Ketua umum HKK Nasional Brigjen Pol Drs H. Syafril Nursal SH MH.

KERINCIINDEPENDENR.COM- Pasca kesepakatan pemkab kerinci dan kota Sungai penuh tentang penyerahan aset daerah dari Kabupaten Kerinci ke Kota Sungai penuh, yang difasilitasi oleh pemprov Jambi Dihadapan KPK dan Kajati Jambi beberapa waktu lalu, pihak pemkab Kerinci mengaku saat ini tengah menginventarisir aset yang akan diserahkan.

” Sedang kita inventarisir,apa saja aset yang akan kita serahkan kan nantinya” sebut Kabid aset Kerinci Yaser Arafat.

Sementara itu Kabid aset Bakeuda Kota Sungai penuh Asrial, juga mengakui kalau saat ini pihaknya juga sedang menunggu daftar daftar aset dari pihak Kabupaten Kerinci

” Kita masih menunggu data dari Kabupaten untuk kita sinkronkan dengan data aset yang ada pada kita ” ujar Asrial.

Menyikapi hal ini, ketua umum HKK Nasional, Brigjen Pol Drs H. Syafril Nursal, yang sedari awal memperhatikan perkembangan proses penyerahan aset dari Kerinci ke Sungai penuh berharap kedua belah pihak (Kerinci dan Sungai penuh) mentaati kesepakatan yang sudah dibuat.

” Saya berharap kesepakatan yang sudah di buat agar dilaksanakan dengan sungguh-sungguh” sebut Syafril.

Tokoh Nasional yang juga menjabat sebagai ketua HKKN dan BMKJ ini, sangat menyayangkan proses penyerahan aset berlarut-larut hingga bertahun tahun belum tuntas, sehingga menurutnya, berdampak pada pembangunan kawasan ibukota Kerinci di Bukit tengah.

Baca Juga  Breaking News ! Putra Kerinci Kombes Pol. Novia Jaya,SH M.Si Jabat Dirreskrimum Polda Sulteng

” Sudah lama lho, soal aset ini belum juga tuntas, ini bisa berdampak pada pembangunan, kalau soal aset belum tuntas maka akan sulit bagi pemerintah untuk membangun ” ucap Brigjen Syafril.

Tokoh Kharismatik ini juga menyindir Pemkab Kerinci yang dinilai lemah bukan saja dalam soal penyelesaian aset tapi juga soal penetapan ibukota dengan segala perangkatnya seperti kantor dan fasilitas pelayanan masyarakat.

selain itu terkait perkantoran bukit tengah yang sedang ditangani oleh Kejaksaan tinggi Jambi, jenderal bintang satu ini mendesak Kejati Jambi agar segera menuntaskan kasus hukum bukit tengah tersebut.

” HKKN mendesak Kejati Jambi, agar segera menuntaskan kasus bukit tengah, karena bila belum jelas status hukumnya maka akan menghambat pembangunan dan tentu saja akan merugikan masyarakat Kerinci, sementara ada pihak yang mendapat keuntungan dari indikasi korupsi ” sebut Syafril.

HKKN kata Syafril, akan meminta KPK mensupervisi penanganan kasus tersebut dan akan berkonsultasi dengan BPK guna menuntaskan kasus “bukit tengah”

” Kita berharap semua persoalan baik aset maupun kasus perkantoran bukit tengah segera tuntas karena sudah terlalu lama dibiarkan mengambang ” tegasnya.

Baca Juga  Pencarian Hari Ketujuh Hilangnya AL, Keluarga & Tim SAR Minta Doa Restu Masyarakat Sakti Alam Kerinci

sementara itu, pihak Kejati Jambi melalui kepala seksi penerangan hukum (Kasi penkum) Lexy Patani seperti dikutip jambione.com, menyebutkan bahwa kasus bukit tengah sudah masuk tahap pemeriksaan, Agustus lalu, tim Kejati bersama KPK dan ahli mekanical tanah ITB sudah turun melakukan pemeriksaan di perkantoran Bukit Tengah. Beberapa orang menurut Kasi penkum juga sudah diperiksa oleh Kejati Jambi terkait kasus bukit tengah dari kontraktor, konsultan hingga PPK

Kasi Penyidikan Kejati Jambi Imran Yusuf juga menyebutkan, ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) juga sudah turun untuk kedua kalinya melakukan pengecekan dan penghitungan kerugian negara.

“Ini yang kedua kalinya tim ahli dari IPB turun untuk memperkuat hasil sebelumnya,” ujar Imran, dilansir metro.com

Seperti diketahui, kasus yang sedang ditangani oleh Penyidik Kejati Jambi ini ” bukit tengah” mencuat ke permukaan sejak 2015 lalu, Pembangunan komplek perkantoran bukit tengah itu menghabiskan dana dari APBD Kerinci hingga Rp 57 miliar. Dana tersebut dianggarkan pada tahun 2010 sampai 2014.

Reporter. : Jefrigo
Editor. ; Lemy yose

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here