Wisata Alam Hutan Bambu Desa Baru Semerah Semakin Diminati pengunjung

0
346

 

KERINCI-SUASANA sejuk dan asri, langsung terasa saat memasuki kawasan Hutan Bambu Buluh Perindu, di Desa Baru Semerah, Kecamatan Tanah Cogok, Kabupaten Kerinci, Jambi. Sepanjang jalan menuju lokasi, mata dimanjakan dengan keindahan alam nan menggoda.

Bangunan berbahan bambu ikut menghiasi jalan menuju lokasi. Keberadaan objek wisata Buluh Perindu ini, mengingatkan kita pada Sagano Bamboo Forest, wisata hutan bambu yang sangat populer di Jepang.

Diantara rumpun bambu satu dengan yang lain, membentuk lorong untuk dilewati. Dedaunan tampak lebat diantara batang bambu, hijau dan membuat suasana semakin asri. Daun-daun yang berguguran di bawah pun menambah keindahan dari tempat ini. Ketika angin bertiup, daun bambu seolah menari-nari hingga menimbulkan suara gemericik yang khas.

Batang bambu pun ikut bergesekan dengan bunyi yang tak kalah menariknya, yang menciptakan nyanyian alam yang memanjakan gendang telinga. Berjalan menyusuri jalanan tanah menuju destenasi, sungguh menenangkan hati dan menjernihkan pikiran. Tak heran, pengunjung rela meluangkan waktu untuk sekedar berjalan di sini.

“Kami sengaja datang ke Buluh Perindu, untuk makan siang bersama keluarga,”kata Ati, pengunjung dari Semurup. Dia mengaku, berwisata ke Buluh Perindu membuat keluarganya betah. “Anak-anak juga nyaman. Meski di luar sedang panas, namun di hutan bambu tetap terasa sejuk,”ungkapnya.

Baca Juga  Dihadiri Unsur Forkompinda dan Organisasi Kepemudaan, KNPI Kerinci Peringati Hari Sumpah Pemuda

Meski belum dibuka secara resmi untuk umum, namun keberadaan hutan bambu Buluh Perindu ini tetap menarik perhatian wisatawan. Kedatangan wisatawan tidak bisa dibendung. Bumdes Talago Sakti selaku pengelola, tak bisa melarang warga yang datang. Setiap harinya ada ratusan bahkan ribuan pengunjung ke lokasi.

“Kalau Minggu, jumlah pengunjung mencapai ribuan orang,”kata Harlian, Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Talago Sakti, Rabu (21/10). Daya tarik utama dari taman ini ini adalah pepohonan bambunya sendiri. Yang tumbuh rindang dan begitu mempesona.

Di setiap sudut terlihat pengunjung yang tengah asyik berswafoto. Sendiri maupun bersama-sama dengan teman atau keluarga. Hijaunya pepohonan bambu menjadi latar belakang yang begitu menarik. Karena indahnya spot jejeran bambu ini, tidak hanya wisatawan saja yang berfoto. Tapi, pasangan yang akan menikah pun memilih tempat ini sebagai spot foto pre-wedding.

Untuk memanjakan pengunjung yang berswafoto, pihak pengelola menyiapkan baju Jepang lengkap dengan kimono, samurai, dan juga payung ala Jepang. Gerbang dan jembatan di beberapa sudut hutan bambu, juga dibuat dengan konsep Jepang. “Spot Jepang salah satu vaforit pengunjung yang ingin berswafoto,”katanya.

Baca Juga  Dikenal Sosok Yang Rendah Hati,Edi Rismanto Raup Dukungan Masyarakat

Selain spot ala Jepang, di Buluh Perindu juga terdapat beberapa spot menarik lainnya, sepeti jembatan bambu, rumah bambu, dan spot lainnya. “Pengunjung bisa menyewa hamock, tikar, dan baju Jepang dengan harga murah,” tambah Harlian.

Dalam waktu dekat ini, objek wisata hutam bambu Buluh Perindu ini, akan dilouncing secara resmi. “Kita sedang melakukan proses registrasi ke Dinas Pariwisata Kerinci,”bebernya.

Di Desa Baru Semerah sendiri, terdapat lebih kurang enam hektare hutan bambu milik masyarakat. Namun sampai saat ini hanya sebagian kecil yang sudah digarap menjadi lokasi wisata.

Sekdes Baru Semerah, Endi, mengatakan rencana ke depan semua hutan bambu ini akan digarap sebagai lokasi wisata. Sebagian lahan rencananya akan dibangun homestay. “Ada lahan satu hektare yang rencananya akan digunakan membangun penginapan,”ucapnya.

Hanya saja, rencana itu masih terkendala dengan minimnya pendanaan. “Sayangnya anggaran kita terbatas,”tambahnya lagi. Untuk pengembangan hutan bambu ini, dia mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah, baik pemerintah Kabupaten Kerinci maupun Provinsi Jambi.

“Kalau di Sumatera, hanya ini satu-satunya wisata hutan bambu. Makanya kami berharap adanya bantuan dari pemerintah dalam pengembangannya,”tegas Endi.(***)

 

Sumber: halojambi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here